INIPASTI.COM, MAKASSAR — Kehadiran Cakar atau yang beken saat ini dinamakan thrift rupanya meresahkan para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Sulawesi Selatan.
Kepala Kantor Wilayah Beacukai Sulbagsel, Nugroho Widodo mengimbau masyarakat untuk tidak membeli cakar atau pakaian bekas yang di datangkan dari luar negeri.
“Cara memberantas cakar yah jangan beli,” pungkas Nugroho, Kamis (26/01/2023)
Menurut Nugroho saat ini pihaknya telah melakukan penjagaan ketat di pintu pintu masuk cakar.
“Dulunya banyak cakar yang langsung masuk di Sulawesi, tetapi saat ini sudah ada kapal penjagaan di dekat Timor Leste dan dari daerah yang biasanya mendatangkan cakar dari Malaysia,” bebernya.
Ia juga memastikan bahwa saat ini tidal ada lagi barang langsung.
“Saat ini kami pastikan sudah tidak ada barang yang langsung dari luar”. Sambungnya
Akan tetapi kata Nugroho, pihaknya tidak bertanggung jawab atas barang-barang yang datang secara tidak langsung. Misalnya, yang datang dari Jakarta ke Sulawesi, itu bukan tanggung jawabnya.
Dia juga mengakui, keberadaan cakar amat mengusik UMKM yang bergerak di bidang konveksi.
“Apalagi saat ini cakar bukan hanya barang bekas, tetapi barang yang tidak laku pada masanya kemudian dijual sekarang. Memang sangat menampar UMKM yang bergerak di bidang konveksi. Makanya jangan dibeli,” tambahnya.
Nugroho juga mengimbau agar masyarakat membeli brand brand lokal untuk memajukan UMKM yang bergerak di bidang konveksi.
“Di Madrid baju kaos dari Indonesia harganya Rp 1 juta lebih per lembar. Makanya kita harus menghargai produk UMKM kita,” tutupnya.










