INIPASTI.COM, MAKASSAR – Berbagai isu sosial dilontarkan para buruh di Makassar dalam aksi yang dilakukan di Fly Over kota Makassar, Selasa (1/5/2018).
Isu-isu ini menjadi tuntutan kaum kelas pekerja di Makassar yang ditulis di atas spanduk dan baliho yang dibawanya.
Para buruh diantaranya menginginkan tidak ada eksploitasi buruh, menolak PHK sepihak, menuntut pertanggungjawaban BPJS yang diblokir, menghentikan keterlibatan TNI-Polri dan milisi Sipil dalam Sektor ketenagakerjaan.
Selain itu tuntutan pembayaran gaji tepat waktu, menolak upah murah hingga menuntut agraria yang berkeadilan gender juga disuarakan dalam hari buruh internasional.
Koordinator aksi Gerak buruh Kusnadi menerangkan bahwa solidaritas buruh harus ditegakkan. Ia mengatakan salah satu bukti bahwa buruh diperlakukan semena-mena ialah 8.000 pekerja perusahaan tambang emas Freeport di Papua dan 1095 pekerja pertamina yang di PHK secara sepihak.
“Jadi tuntutan kami ini tuntutan substansial untuk para kaum buruh,”ujar Kusnadi.
Sementara itu serikat buruh Seperti Konfederasi Serikat Nusantara (KSN), Federasi Serikat Perjuangan Buruh Indonesia (FSPBI), dan sejumlah serikat buruh lainnya hingga kini masih berkumpul bersama untuk menyuarakan aspirasi kaum buruh.
Salah satu tuntutan mereka adalah memprotes kebijakan Presiden Jokowi yang memudahkan akses tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia. Selain itu mereka juga mencabut UUPT no 12 tahun 2012 dan Uu Sisdiknas tahun 2003.
“Saya ingatkan kawan-kawan, ini tidak benar, kita buruh di Indonesia belum baik kesejahteraannya, malah tenaga kerja bangsa lain dimudahkan, hidup buruh,” ujar Harmianto ketua KSN wilayah kota Makassar.
Hingga kini dari pantauan, para buruh masih menduduki pertigaan fly over Makassar. Sejumlah aparat juga masih mengawal aksi para buruh dan mahasisiwa di Makassar ini.
(Reni Juliani)










