INIPASTI.COM, MEKKAH – Seorang ibu berusia hampir 80, jamaah haji yang berasal dari Kecamatan Rabangodu Kotamadya Bima, tiba-tiba merengek di siang bolong kepada anaknya yang nyaris berusia 60 tahun untuk mencium hajaratul aswad.
Permintaan nenek ini nyaris mustahil untuk dipenuhi pada saat musim jamaah haji seperti sekarang ini, jamaah terlalu banyak. Kemungkinan untuk mendekat ke pintu Baitullah dan Hajaratul Aswad amat tidak mudah. Tapi nenek yang sudah berusia senja itu tetap berharap. Anaknya sudah mulai menginjak usia tua itupun jongkok dan meminta ibunya naik di pundaknya, jadilah ia memanggul ibunya di tengah terik tanah Mekah, di antara ratusan ribu orang yang berebutan untuk mendekat ke pintu Baitullah dan berusaha mencium Hajar Aswad.
Seorang anak yang memanggul ibunya menjadi perhatian jamaah yang lain, kekaguman mulai muncul. Anak yang berusaha nengangkat ibunya itu mulai memasuki sudut ka’bah di rukun Yamani, perhatian banyak jamaah tertuju kepadanya, sebagian yang lain membukakan jalan untuk sang anak yang memanggul ibunya. Jamaah yang lain nampaknya mulai mengalah, mereka mempersilakan pasangan anak dan ibu untuk lebih awal mencium. Akhirnya sang anak berhasil mengantarkan ibunya mencium hajaratul aswad.
Kejadian ini menjadi heboh di sekitar Baitullah, jamaah yang lain berkumpul untuk menyaksikan anak yang mulai menurunkan ibunya dari lengannya.
Beberapa jamaah bahkan terisak, ingin mencontoh bakti anak kepada ibunya. Jamaah yang lain tidak mampu menahan air matanya, karena mengingat ibunya yang sudah tiada. (*)
[metaslider id=”67443″]










