Berkat Doa Sang Ibu, 12 JCH Ini Berangkat Haji Bersamaan

JCH asal Kabupaten Gowa, Muh Zulfikar Hasanuddin dan anggota keluarganya berfoto bersama Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan di masjid Asrama Haji Sudiang, Kamis, (19/7/2018).

INIPASTI.COM, SUDIANG – Berangkat haji merupakan impian seluruh umat muslim di seluruh dunia. Bisa menunaikan ibadah haji tentu membawa kebahagiaan tersendiri. Apalagi jika bisa menunaikannya bersama keluarga tercinta.

Kebahagiaan itulah yang dirasakan oleh Muh Zulfikar Hasanuddin (29). ASN di Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa ini akan menunaikan rukun Islam yang kelima ini bersama 11 anggota keluarga lainnya.

“Saya beserta ibu dan bapak akan berangkat haji bersama. Ada juga tante 3 orang, paman 1 orang, 2 kakak kandung, 1 orang kakak ipar, 1 orang mertua kakak, dan 1 orang sepupu. 9 orang di Kloter 5 ini dan 3 orang di Kloter 28,” jelas Zulfikar kepada inipasti.com di Asrama Haji Sudiang, Kamis, (19/7/2018).

Menurutnya, nikmat pemberian Allah SWT ini tidak terlepas dari doa sang ibu, Salma Samaun (58). Di mana pada tahun 1994 silam, saat sang ibu menunaikan ibadah haji bersama sang ayah Hasanuddin Pawero (62), ibu 3 orang anak itu berdoa agar bisa kembali ke tanah suci bersama anak-anaknya kelak.

Baca Juga:  Jemaah Calon Haji Tertua Kota Makassar Masih Segar Bugar, Ini Rahasianya

“Waktu itu, tahun 1994 ibu berangkat haji dan berdoa. Kala itu ibu dan ayah juga berangkat bersama kakek dan nenek saya serta 2 anggota keluarga lainnya. Saat itulah, ibu saya berdoa di depan Ka’bah agar bisa kembali lagi bersama dengan seluruh anak-anaknya, dan doa itu diijabah tahun ini,” urainya.

Zulfikar mengungkapkan ia bersama 12 anggota keluarga lainnya bersamaan mendaftar haji di Kemenag Sulsel pada tahun 2009 silam. Setelah 9 tahun menunggu, mereka pun mendapatkan panggilan. Namun sayang, satu anggota keluarganya, yakni suami kakaknya meninggal dunia sebelum berangkat. Akhirnya ia hanya berangkat bersama 11 anggota keluarganya.

Baca Juga:  Daftar Tunggu Haji Puluhan Tahun, Kakan Kemenag Pinrang Pasrah

Mengikuti jejak sang ibu, Zulfikar juga bertekad akan berdoa agar kelak ia bisa berangkat bersama istri dan anak-anaknya. “Tentu juga saya akan berdoa agar bisa berangkat bersama anak dan istri, walaupun mustahil dengan regulasi yang ada, saya akan tetap berdoa karena tidak ada yang tidak mungkin di sisi Allah SWT,” jelasnya.

Ia pun dijadwalkan berangkat pada Jum’at, 20 Juli 2018, 07.40 Wita. Ia berharap bisa menunaikan ibadah haji dengan lancar dan kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur. (Sule)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.