INIPASTI.COM, Kebijakan baru diumumkan Pemerintah India, mereka mengaku tidak akan memperpanjang masa lockdown yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung selama 12 hari. Alasannya, perintah lockdown yang selama ini diterapkan India rupanya malah membuat masalah baru di negeri tersebut, yakni krisis kemanusiaan.
Dalam data yang dipaparkan Pemerintah India, jutaan orang miskin di India kelaparan. Puluhan ribu orang juga harus kehilangan pekerjaan gegara lockdown.
Pekerjaan dan upah mengering di India setelah Pemerintah menyatakan karantina wilayah alias lockdown demi membatasi penyebaran virus corona. Akibatnya, perintah untuk tetap di rumah tak digubris, ratusan ribu pekerja yang hidup dengan upah harian meninggalkan kota-kota besar seperti Delhi dan Mumbai kembali ke rumah mereka di pedesaan.
Ratusan ribu pekerja migran berusaha pulang ke kampung halaman mereka sendiri. Berjuang melawan rasa lapar dan lelah, mereka saling terikat oleh motivasi kolektif untuk pulang kembali. Rumah di desa menjamin makanan dan kenyamanan keluarga, kata mereka.
India telah mencatat lebih dari 1.000 kasus Covid-19 dan 27 orang meninggal dunia. Penutupan wilayah itu juga berimbas pada transportasi sehingga masyarakat terpaksa berjalan kaki.
Jelas, penutupan wilayah untuk mencegah pandemi berubah menjadi krisis kemanusiaan. Sejumlah masyarakat mengatakan mereka tidak punya uang dan makanan untuk tetap tinggal di rumah.
Melihat hal ini, Perdana Menteri Narendra Modi pun menyatakan permohonan maaf atas penutupan “yang telah menciptakan kesulitan dalam hidup warga, terutama bagi orang-orang miskin”, dan menambahkan “langkah-langkah tegas diperlukan untuk memenangkan pertempuran ini.”
Sementara itu Sekretaris Kabinet Rajiv Gauba mengatakan pihaknya kini tidak bakal memperpanjang masa lockdown melebihi tiga minggu. Demikian dikutip dari Reuters, Selasa 31 Maret 2020.
Di lain sisi, kepulangan ratusan ribu pekerja kota ke kampung halaman menjadi kekhawatiran tersendiri bagi pemerintah India. Karena dianggap akan menyebarkan virus jauh ke pedalaman.
“Ini adalah situasi yang terus berkembang dengan tantangan baru setiap hari muncul, misalnya memiliki populasi migrasi yang bergerak dari satu tempat ke tempat lain,” kata seorang pejabat kesehatan nasional di India, Dr S.K. Singh.
Apapun alasannya, Modi dan pemerintah tampak ceroboh akibat tidak mengantisipasi eksodus ini.
Sementara negara tetangganya, Nepal, mengumumkan akan memperpanjang masa lockdown selama satu minggu lagi mulai Selasa. Negara yang terkurung daratan itu hanya memiliki lima kasus virus dan tidak ada kematian, tetapi dikhawatirkan virus tersebut akan menyebar ketika orang mulai bepergian.
“Jika penguncian tidak diperpanjang maka pergerakan orang meningkat dan akan meningkatkan risiko lebih banyak kasus virus,” kata Surya Thapa, staf Perdana Menteri K.P.Sharma Oli. (eq)










