INIPASTI.COM, MAKASSAR – Batuk akik tak lagi booming. Pedagang yang dulunya meraup untung yang lumayan besar, sebagian besar harus menghentikan bisnisnya ini lantaran penghasilan mereka terus menurun. Meski demikian, tidak sedikit dari mereka, tetap bertahan meski penghasilan setiap harinya tidak menentu lagi.
Rusdi, salah seorang pedagang batu akik di bilangan Hertasning Baru Makassar mengatakan bisnis batu akiknya sudah tidak bisa dipertahankan lagi. Padahal sebelumnya dia mampu meraup untung hingga Rp 2 juta per hari.
“Waktu bisnis batuk akik lagi booming, keuntungan bersih sehari, bisa mencapai Rp 2 juta. Sekarang Rp 200 ribu saja sudah sangat sulit didapat,” sebut Rusdi yang sebelumnya bekerja pada dealer sepeda motor ternama di Makassar ini.
Untuk tetap bertahan hidup, Rusdi terpaksa banting setir. Bisnis batu akiknya ditutup dan beralih ke bisnis baju kaos.” Untungnya tidak terlalu besar, tetapi lumayanlah sebutnya,” kata Rusdi lirih seraya berharap bisnis batu akik kembali bergairah.
Sementara itu, beberapa pedagang batu akik mencoba terus bertahan dengan bisnis ini. Seperti yang terlihat di pelataran Masjid Al Markaz, Jumat (1/07/2016) sekitar pukul 11:40 Wita.
Usman misalnya, terlihat tetap gigih menjalankan usahanya ini. Dia menyatakan pantang penyerah meski pehobi batu akik mulai berkurang. “Saya tetap menjalankan profesi saya ini untuk mencari nafkah meski penghasilan tidak menentu,” ujar saat berjualan batu akik di pelataran masjid Al-Markaz.
Seperti diketahui, bisnis batu akik di Makassar sempat “naik daun”. Hampir disemua sudut kota ditemui pedagang batu akik. Persaingan harga pun terjadi, bahkan semakin ketat, ketika pemain dari luar pun masuk ke Makassar membuka lapaknya di kota Metro ini.
Namun sayang bisnis yang diharapkan mampu mensupport pembangunan ekonomi dan menyedot banyak tenaga kerja ini tidak bertahan lama. Bisnis ini terus meredup, bahkan nyaris tidak dilirik lagi. ” Saya tetap optimis bisnis ini akan bangkit lagi, sisa menunggu waktu saja,” sebut Rusdi. (Adri)









