Boleh Mudik Jika Punya Surat Ini, Humas Polri: Cukup Foto Aja

INIPASTI.COM, JAKARTA- Peraturan Menteri Perhubungan soal larangan mudik 2020 hanya berlaku untuk daerah PSBB, zona merah, dan aglomerasinya. Tercatat sudah ada 24 daerah berstatus PSBB.

Sebagaimana diketahui, Permenhub Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri Tahun 1441 Hijriah dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Coronavirus telah berlaku.

Inline Ad


Hiruk-pikuk larangan mudik resmi diberlakukan pemerintah untuk menekan penularan virus Corona Covid-19 di wilayah Indonesia. Meski demikian, Kakorlantas Polri Irjen Istiono memperbolehkan warga untuk mudik apabila memikili surat keterangan urgensi yang ditandatangani oleh lurah setempat.

Namun, mudik kini punya kelonggaran. Adanya keperluan mendesak, seperti keluarga sakit atau meninggal dan istrinya hendak melahirkan menjadi toleransi petugas.

Baca Juga:  Liputan Jejak Islam di Masjid Al-Abrar

“Keluarganya sakit, meninggal, tapi tunjukan surat nggak masalah (mudik). Cukup foto aja bener nggak keluarganya sakit,” jelas Kakorlantas Polri Irjen Istiono melalui laman resmi Divisi Humas Polri, Selasa (28/4/2020), dikutip liputan6.com

Lebih lanjut Istiono mengatakan, tanpa alasan tersebut, pihaknya bakal menindak tegas para pemudik dengan memutarbalikkan ke rumah masing-masing.

Ini juga sudah bisa jadi alasan, yaitu hilangnya pekerjaan. Bila alasan lain karena tidak punya pekerjaan, Polri akan mendata dan langsung memberikan bantuan sosial.

“Lagi disisir masyarakat yang tak punya pekerjaan kemudian tak kebagian bansos gimana, di wilayah paling ujung termasuk Polri menyiapkan 25 ton beras di sana bagi masyarakat yang kelaparan. Polri akan proaktif memberikan bantuan ke masyarakat,” ujarnya, dikutip liputan6.com

Baca Juga:  Dengan Tagline 'Sikatutui', Spensa Polut 06 Peduli Kemanusiaan di Bulan Ramadhan

Istiono juga mengatakan Polri juga akan memeriksa setiap kendaraan yang lewat di titik-titik penyekatan. Hal itu guna mengantisipasi adanya pemudik yang ‘ngumpet’ di truk dan lain sebagainya.

“Macam-macam modusnya. Ada yang naik truk, kontainer macem-macem. Kita periksa. Saya takutnya mereka lemas kekurangan oksigen. Kedua nyuri pakai truk kontainer kemudian tertular Covid-19 sangat bahaya dan menularkan saudara di kampung,” katanya. Dikutip liputan6.com

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.