INIPASTI.COM, Makassar – Peristiwa Bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katedral Makassar pada Minggu (28/03/202) kemarin membuat heboh masyarakat,
Pasca peristiwa tersebut pihak dari Biddokkes Polda Sulsel langsung melakukan Identifikasi pelaku, dan hasilnya ternyata dua pelaku pemboman di Gereja Katedral Makassar tersebut adalah sepasang suami istri yang baru menikah enam bulan.
Hal ini baru terjadi aksi bom bunuh diri dilakukan oleh pasangan suami istri, dengan terungkapnya identitas pelaku membuat terpidana terorisme Ali Imron angkat bicara, menurutnya ini adalah hal biasa karena hingga sekarang banyak yang ingin melakukan bom bunuh diri.
Mengutip wawancara Ali Imron dari Kabar Petang TvOne pada Senin (29/03/2021),
“Jadi begini untuk melakukan aksi bunuh diri itu sampai sekarang masih banyak yang rebutan untuk daftar jadi bagi masyarakat nggak usah heran,”
Mantan bomber Bali tersebut mengimbau juga kepada masyarakat terkait pemahaman jihad dan bom bunuh diri.
“tetapi apa yang perlu kita antisipasi itu apa, jadi supaya masyarakat ini tidak memiliki pemahaman yang seperti itu sampai ke arah situ, jadi aksi yang diniatkan untuk melakukan aksi jihad fiisabilillah dengan cara Istimata atau Istisyhadiyyah atau bahasa umumnya adalah bunuh diri itu sampai sekarang masih banyak yang rebutan mendaftar,” katanya
Ali Imron juga menerangkan motif seseorang melakukan aksi jihad Bom bunuh diri.
“Jadi yang diniatkan itu untuk melakukan aksi jihad, ketika melakukan aksi jihad ini Pahalanya besar sekali yang kedua ketika mati maka dia adalah sahid mati yang paling mulya”
Menurut Ali Imron, yang menyebabkan banyak dari mereka yang rela melakukan aksi bom bunuh diri lantaran ingin mendapatkan pahala besar dan mati syahid.
“nah jadi itu dua tujuan itu (pahala dan mati syahid) yang menyebabkan banyak yang mau,”
Saudara dari terpidana mati Amrozi ini mengajak semua untuk mengantisipasi pemahaman aksi jihad yang dibenarkan atau aksi yang salah.
“nah yang perlu di antisipasi ini adalah apakah aksi seperti itu masuk aksi jihad yang benar atau tidak, nah ini mari kita bersama-sama untuk memahamkan, jadi itu yang harus kita antisipasi,” tutupnya.
//Limindo










