INIPASTI.COM, TAKALAR – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan wilayah Sulawesi dan Maluku, merilis data sampai pada Oktober tahun 2017, telah menyalurkan klaim jaminan senilai Rp 513 miliar kepada 56.298 peserta.
Asisten Deputi Wilayah Bidang Manajemen Mutu dan Risiko BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Sulawesi Maluku, Nazarullah mengungkapkan sebagai lembaga publik yang berkewajiban melindungi seluruh pekerja dan juga keluarganya dari resiko kerja seperti Kecelakaan Kerja, Kematian, Hari Tua dan Pensiun.
“Jumlah klaim tersebut disalurkam melalui empat program, di mana yang terbanyak dari program Jaminan Hari Tua (JHT) sebanyak Rp466.1 miliar, Jaminan Kematian (JKm) sebanyak Rp26 miliar, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebantyak Rp19.6 miliar, Jaminan Pensiun (JP) sebanyak Rp1,1 miliar,” kata Nazarullah, Sabtu (25/11/2017) disela-sela, Media Gathering di Wisata Pantai Galesong Takalar.
Ia menambahkan, bila jumlah klaim ini akan meningkat hingga akhir tahun nanti, “Nilai ini masih akan bertambah, karena baru sampai dengan Oktober. Tentu peserta masih ada yang akan mengklaim,” terangnya
Tingginya peserta yang melakukan klaim JHT. Menurutnya, dikarenakan kondisi perekonomian daerah belum stabil, serta banyaknya pekerja usia produktif yang ingin mencairkan tabungan hari tua mereka ketika sebulan setelah berhenti bekerja atau mendapat PHK dari perusahaan.
“Kami memang ditugaskan negara untuk memberikan manfaat layanan seluas-luasnya bagi pekerja di seluruh Indonesia, misalnya untuk biaya rehabilitasi untuk peserta yang mengalami resiko kecelakaan kerja saja kami menanggung seluruh biayanya tanpa ada batasnya,” Imbuhnya.
Nazarullah mengungkapkan, sebagai lembaga badan hukum publik yang dibawahi langsung oleh bapak Presiden Jokowi, pihaknya memiliki tugas melindungi dan meningkatkan kesejahteraan peserta dan juga keluarganya.
Nazarullah menyebutkan, sampai hingga Oktober 2017 jumlah peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan se-Sulawesi dan Maluku sebanyak 1.677.337 peserta untuk sektor Penerima Upah (formal), Bukan Penerima Upah (informal) dan juga tenaga kerja yang ada dalam bidang jasa konstruksi.
“saat ini, tercatat ada 55.018 perusahaan aktif menjadi peserta di seluruh wilayah Sulawesi dan Maluku, hingga 31 Oktober saja penambahan perusahaan baru yang menjadi peserta sebanyak 13.732 perusahaan,”sebutnya (Iin Nurfahraeni)










