INIPASTI.COM, MASAMBA- Sebagai rangkaian peringatan Hari Perempuan Internasional atau International Women’s Day, Perkumpulan Katalis, Perkumpulan Wallacea, Koalisi Rakyat Untuk Kedaulatan Pangan (KRKP), Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif (JKPP), Koalisi Perempuan Indonesia (KPI), LBH APIK Makassar, Yayasan Kesehatan Perempuan (YKP), Yayasan Tunas Alam Indonesia (SANTAI), Aliansi Desa Sejahtera (ADS), ASPPUK, ICT Watch, Indonesia Business Links (IBL), dan Oxfam menyelenggarakan seminar nasional di Gedung Aula I Lagaligo, Masamba, Luwu Utara, Rabu (11/02).
Seminar kali ini mengusung tema “Kontribusi Perempuan dan Generasi Muda dalam Pertanian Untuk Pengentasan Kemiskinan dan Perwujudan Hak Atas Pangan di Masa Depan”.
Hadir sebagai pembicara acara tersebut antara lain Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani, Kantor Staff Presiden Deputi II Usep Setiawan, Duta Petani Muda Apni, Wiwid Widyanto perwakilan Oxfam, Koordinator Nasional JKPP Deny Rahadian, Peneliti Koalisi Rakyat untuk Keadilan Pangan (KRKP) Hariadi Propantoko dan Aktivis Senior Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Idham Arsyad.
Hariadi Propantoko pembicara pertama. Peneliti muda ini sudah lama melakukan riset di Luwu. Dia mendapatkan kejanggalan dalam ketersediaan pupuk. “Tahun 2016, kami mendapatkan informasi terjadi kelangkaan pupuk bersubsidi. Hasil mencengangkan,” tandasnya.
Sebelumnya Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, mengatakan potensi Masamba menjadi wilayah pertanian daerah untuk ketahanan pangan lokal.
Indah mendorong para petani untuk memulai usaha pascapanen. Menurutnya Luwu Utara berpotensi memiliki produk olahan baru karena daerahnya memiliki keberagaman pangan lokal. “Pangan tidak hanya untuk kebutuhan sehari-hari tetapi harus ada nilai tambahan,” Ujar Indah, Rabu (12/03/2020).
Pernyataan Bupati tersebut disanggah oleh Aktivis Senior Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Idham Arsyad. Dia mendorong industri teknologi pangan lokal di Luwu Utara. “Kita harus bisa menjadikan pertanian sebagai industri, namun teknologi itu ramah lingkungan,” Rabu (12/03/2020).
Idham Arsyad juga menekankan alur hulu hingga hilir pertanian Luwu Utara. Dia berpendapat bahwa petani harus memperhatikan sifat ekologimis lingkungan. “Lahan pertanian sehat, minim penggunaan bahan kimia,” Kata Idham Arsyad saat diwawancarai Reporter di sela-sela acara Festival Kuliner, Rabu (12/03/2020).
Seminar ini menjadi menarik karena hadirnya Duta Petani Muda, Afni. Afni menceritakan pengalamannya mendorong pemuda terjun di bidang pertanian. “Bertani tidak keren, penghasilan dari bertani itu tidak menjamin masa depan,” Ujarnya
Namun, menurutnya 50% anak petani tanaman hortikultura menjadi petani. Atas dasar tersebut, dia terdorong membuat sebuah program “Si Antar Sehat”. Tahun 2012 dia merintis pertanian organik membuktikan stigma bagi pertani tidak memperhatikan dampak lingkungan. Terakhir hasil produksi pertanian tersebut diolah pada program “Si Antar Sehat’ menjadi olahan sehat dan inovatif.
(Dhirga Erlangga)










