INIPASTI.COM, MAKASSAR – Organisasi Srikandi yang memperjuangkan isu perempuan dengan mengisahkan buruh perempuan yang menjadi korban pelecehan seksual tempat kerjanya di kawasan Berikat Nusantara (KBN) di Jakarta lewat film “Angka Jadi Suara” yang diputar di Warkop 115 Todopuli Makassar, Minggu (21/5/2017)
Ketua Srikandi, Tutty Muhammad mengaku pemutaran film ini dilihat dari ceritanya memang sangat akrab dengan para perempuan, yang dimana perempuan saat ini masih banyak menjadi pekerja atau karyawan kerap mendapatkan pelecehan baik itu diraba, dipeluk, dan dicium paksa kerap didapati dan dirasakan hampir seluruh perempuan di semua daerah termasuk di Makassar.
“Berdasarkan hal ini, kami mengundang para perempuan dan khususnya laki laki agar bisa melihat bagaimana harga diri perempuan begitu terinjak injak dengan perlakuan perlakuan para lelaki yang menganggap tubuh kami adalah bahan kenikmatan, makanya film ini sangat cocok untuk memperlihatkan pada laki laki bahwa perempuan bukan objek, dan perempuan bisa marah dan berlawan,” ujarnya.
Sementara itu, ketua Mahardika Nasional Mutiara Ika mengakui sesuai Judul dan Narasi Filmnya, Angka Jadi Suara ini jika dilihat memang merupakan fenomena perjuangan perempuan yang kerap kali hanya dijadikan angka angka belaka.
“Hanya dihitung tiap tahunnya, berapa angka pelecehan terhadap perempuan, hanya didata saja, sehingga merespon hal ini film ini akhirnya menggambarkan bahwa angka angka itu perlu diubah menjadi suara, semua perempuan tidak bisa tidak harus bersama sama melihat kekerasan dan pelecehan seksual ini sebagai perlawanan terhadap stigma perempuan adalah objek seksual,” tukasnya.
Dalam pemutaran film tersebut, turut hadir para aktivis mahasiswa dan beberapa organisasi mahasiswa, juga perwakilan buruh.










