Calon DPD Minta Dukungan Parpol hingga Kepala Daerah

Calon anggota DPD RI Ajiep Padindang.

INIPASTI.COM, MAKASSAR, – Calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI tak sekadar fokus menggarap pemilih di lapangan. Mereka, juga membangun komunikasi dan menggalang dukungan dari kepala daerah hingga Partai Politik (Parpol).

Calon DPD RI nomor urut 22, Ajiep Padindang mengaku, akan menggarap semua potensi yang bisa menambah perolehan suaranya saat pemungutan suara 17 April 2019 nanti. Termasuk, lewat kepala-kepala daerah.

“Sudah pasti semua potensi kita gunakan. Tapi, saya tidak mau menyebut kepala daerahnya. Bahwa saya berjaringan dengan Andi Kaswadi Razak (Bupati Soppeng), karena dia adik saya, sahabat saya, separtai saya,” kata Ajiep saat ditemui di Kantor Balai Senator di Jl Topaz, Senin (31/12).

“Kalau saya berjaringan atau minta dukungan dengan pak Suardi Bupati Barru karena dia sahabat saya, tapi bukan atas nama Bupatinya. Tapi personal-personalnya,” sambung Calon DPD RI petahana ini.

Baca Juga:  Maju DPR RI, Ini Pesan Ketum Golkar ke Risman Pasigai

Meski begitu, jelang pemungutan suara yang tersisa 3 bulan, Ajiep meyakinkan jika timnya saat ini sudah cukup kuat di kabupaten/kota. Menurut Ajiep, sejak Mei 2018 lalu, ia sudah melakukan road show di 21 kabupaten/kota minus 3 daerah, yakni Selayar, Luwu Timur, dan Enrekang.

Untuk pergerakan di 2019, Ajiep menambahkan jika timnya akan membuat semua jaringan merata di 24 kabupaten/kota. Kemudian, hingga hari Pemilihan mendatang, pihaknya akan fokus di 12 kabupaten/kota sebagai syarat dukungan sah yang diatur dalam PKPU.

“Karena 12 daerah ini kami wajib mendapatkan sebaran suara. Karena keterpilihan seorang Calon DPD itu kalau dapat suara di 12 kabupaten. Biar bagaimana suara saya dapat di Makassar, kalau tidak tersebar di 12 kabupaten, tidak sah,” sambung dia.

Sementara itu, Calon anggota DPD RI lainnya, Tamsil Linrung pun demikian. Meski demikian, Calon nomor urut 42 itu juga mengaku akan membangun komunikasi dan dukungan dari Partai Politik (Parpol) peserta Pemilu. Ada alasan tersendiri kenapa Tamsil melakukan itu.

Baca Juga:  Golkar Usung Caleg Terdakwa di Toraja, Kopel: Kami Tak akan Tolerir

“Saya akan melalukan itu. Karena, saya mau menjadikan DPD ini sebagai relasi positif hubungan pusat dan daerah,” kata Tamsil saat ditemui di Jl AP Pettarani baru-baru ini.

Tamsil juga memprediksi, jika situasi politik 2019 ini, ada kemungkinan partai yang lolos Parliementary Tresshold (PT) 4 persen hanya 5 saja. Makanya, partai lain yang tidak lolos dalam syarat itu akan dirangkul oleh lembaga non partisan.

“Ada kemungkinan partai yang lolos parliementary itu hanya berkisar 5. Jadi sisanya itu perlu diayomi oleh institusi politik yang tidak partisan. Supaya mereka bisa berkonsolidasi merapat ke situ semua. Saya kira itu salah satu (alasan),” pungkas dia.

Baca Juga:  Ajiep Padindang Fokus Pemenangan di Makassar dan Bone

(Muh. Seilessy)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.