INIPASATI.COM, MAKASSAR – Adalah Arsyad, wartawan Harian Amanah yang memimpin menjadi imam shalat magrib, saat Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo bertandang ke Makassar.
Arsyad yang awalnya ikut dengan rombongan setelah melakukan peliputan peletakan batu pertama pusat pengembangan kakao di Kabupaten Pangkep, yang langsung diresmikan wakil presiden Republik Indonesia, H. Muhammad Jusuf Kalla.
Setelah rombongan dari kodam XIV Hasanuddin bersama Arsyad pada saat itu langsung menuju Bandara Galaktika Lanud Hasanuddin saat mengetahui informasi Jenderal Gatot transit di Makassar.
Memasuki waktu magrib, Arsyad yang melantunkan kumandang adzan mengundang perhatian panglima TNI Jenderal Gatot yang baru tiba di Makassar.
Arsyad pun shalat berjamaah dengan Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo, Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Agus SB, dan pejabat lainnya, di masjid Bandara Galaktika.
Arsyad pun awalnya tidak menyangka jika dirinya menjadi seorang imam shalat dari seorang Jenderal Gatot Nurmantyo yang menjadi nomor satu di TNI ini.
“Meskipun awalnya merasa grogi, alhamdulillah sangat senang sekali menjadi imam shalat pak Gatot,” ujarnya kepada inipasti.com, Sabtu (18/11/2017).
Hal itu menjadi sangat berkesan sekali bagi dalam hidupnya, saat Arsyad langsung menjadi imam shalat dari seorang Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.
“Ini sangat berharga bagi saya, alhamdulillah menjadi suatu yang paling berkesan dari pengalaman seumur hidup saya, semoga pak Jenderal Gatot diberikan kesehatan selalu dari Allah, amin,” ucapnya.
Terlepas dari itu, Jenderal Gatot Nurmantyo memuji dari pada lantunan adzan Magrib dan lantunan surah di Al-qur’an saat Arsyad membacanya dalam shalatnya.
“Setelah ditunjuk sama pak gubernur, ternyata memang dia sangat bagus, imam biasanya orang tua dengan melafalkan Al-Qur’an begitu jelas,” puji Jenderal Gatot.
Sebelumnya, Jenderal Gatot hanya transit satu jam di Makassar, menuju ke Tembagapura Papua untuk meninjau prajuritnya yang telah berhasil menaklukkan kelompok bersenjata di daerah tersebut.
(Ahadri/Inipasti)










