INIPASTI.COM, MAKASSAR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Selatan, melansir ada dua daerah yang masuk dalam kategori tidak rawan bencana, yaitu Kabupaten Soppeng dan Kabupaten Sidrap.
Sekretaris BPBD Sulsel, Syafruddin Rahmim mengungkapkan berdasarkan Indeks Resiko Bencana Indonesia, di Sulsel ada 22 daerah rawan bencana yang masuk dalam pengawasan tingkat provinsi.
“Saat ini kondisinya memang dalam siaga bencana, apalagi dengan kondisi cuaca yang ekstrim saat ini, di mana ada pergerakan ke arah timur, tentu memiliki dampak ke.daerah lain,”kata Syafruddin, di Kantor BPBD Rabu (14/6/2017).
Syafruddin menyebutkan cuaca yang ekstrim dan adanya berdampak juga di beberapa daerah, yaitu Luwu Timur, Luwu, Sinjai dan Bulukumba. Namun inikan penanganannya ada di daerah, kecuali itu lintas kabupaten baru kemudian turun tangan.
“Kalau kemudian penanganannya, tingkat provinsi tidak bisa, baru minta tolong BNPB pusat,” ujarnya
Ia menyebutkan, di Sulsel itu ada empat bencana alam yang diwaspadai Banjir, Longsor, Puting Beliung dan Abrasi. ” Pada dasarnya, BPBD terus siap siaga, ujarnya.
Syafruddin menyebutkan, jika terjadi bencana pihaknya telah memiliki tim reaksi cepat, yang siap turun kapanpun, dan dalam skala kejadian tertentu.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiap Siagaan BPBD Ansyar menjelaskan, pihaknya terus berkoordinasi dengan kabupaten/kota terutama mengenai perubahan iklim/cuaca.
“Kami telah melakukan sosialisasi tentang perubahan iklim, dengan mengundang sejumlah narasumber, baik akademisi dan BMKG, dengan pelatihan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusianya,” terangnya.










