Dampak Lockdown, Hewan-hewan di Kebun Binatang Selandia Baru tengah Berjuang Melawan Kebosanan

INIPASTI.COM – Badak terus muncul menunggu datangnya pengunjung untuk mengelus perut mereka, dan jerapah selalu muncul tepat waktu, tetapi tidak ada yang datang menemui mereka.

Sementara manusia telah menggunakan Netflix dan Zoom untuk mengurangi kebosanan menghadapi larangan keluar rumah akibat wabah coronavirus, hewan-hewan di kebun binatang Selandia Baru ternyata juga tengah berjuang melawan kebosanan – dan para penjaga kebun binatang terpaksa melakukan tindakan luar biasa untuk menghibur mereka.

Inline Ad

Permainan puzzle, penggunaan parfum, dan berbagai jenis permainan baru dikerahkan untuk menghibur para penghuni kebun binatang itu agar mereka tetap bahagia.

Lebih dari 700 orang telah terinfeksi virus corona di Selandia Baru dan negara itu memberlakukan larangan keluar rumah selama satu bulan, kecuali untuk mendapatkan kebutuhan seperti makanan, obat-obatan, atau untuk berolahraga.

Sementara itu, di kebun binatang negara ini, hewan paling cerdas dan berjiwa sosial – termasuk gorila, kea, berang-berang, dan meerkat – kehilangan teman-teman manusia mereka.

Nathan Hawke, dari taman margasatwa Orana dekat Christchurch di South Island, mengatakan para penjaga kebun binatang telah mengamati bahwa banyak hewan langka dan terancam punah tampak bingung karena kehilangan perhatian manusia, dan terus muncul tepat waktu untuk “memenuhi” janji “temu publik” harian mereka – namun ternyata tidak ada seorang pun pengunjung yang datang menemui mereka.

Baca Juga:  Manchester United Permalukan Yeovil Empat Gol

Kebun Binatang Orana adalah rumah bagi lebih dari 400 hewan. Penjaga  berupaya untuk berkumpul di bagian tertentu dari taman pada waktu yang ditentukan, untuk meminimalkan gangguan pada hewan yang bisa menjadi bingung jika rutinitas “temu publik” mereka tiba-tiba dihentikan.

Badak terus muncul untuk penampilan mereka pada pukul 15:15, ketika biasanya pengunjung mengelus perut mereka, sementara jerapah muncul tepat waktu untuk komitmen temu publik mereka pada pukul 3 sore.

“Orang-orang memberikan stimulasi kehidupan normal sehari-hari bagi hewan-hewan, yang beberapa di antaranya merupakan hewan sosial, seperti kea” kata Hawke.

Petugas kebun binatang terpaksa harus bekerja keras dua kali lipat untuk untuk merangsang dan menghibur hewan-hewan tersebut, termasuk membawa llamas berjalan-jalan, menyemprotkan cologne dan parfum di tempat-tempat tertentu untuk membangkitkan minat para singa, dan menawarkan pengumpan puzzle atau memainkan suara-suara yang tidak biasa untuk menjaga suasana tetap hidup. .

Baca Juga:  Baru Seminggu Tak Ada Kasus Baru, Canada Mulai Melonggarkan Pembatasan Pandemi

Banyak hewan rumahan dan hewan ternak juga telah dipindahkan ke bagian lain dari taman, kata Hawke, yang memungkinkan mereka memperoleh pemandangan segar dan tetangga baru sehingga mereka dapat membina interaksi sosial baru.

“Kea dan gorila tampak jelas merindukan pengunjung, mereka benar-benar menikmati bertemu publik. Jadi [larangan keluar rumah] ini memaksa kami untuk berpikir di luar kotak dan melampaui pikiran normal demi hewan-hewan kita yang berharga itu, ”kata Hawke. “Tujuannya adalah mempertahankan suasana agar terasa normal dan mengisi kekosongan yang seharusnya diisi pengunjung.”

Di kebun binatang Wellington di North Island, manajer perawatan hewan Joanne Thomas
mengatakan bahwa binatang cerdas seperti berang-berang dan meerkat sangat menyadari tidak adanya pengunjung, dan dingo dibawa untuk mengunjungi hewan kebun binatang lain agar mereka tetap sibuk.

“Kami percaya bahwa baik hewan maupun manusia memperoleh kenikmatan yang sama pada saat dua jenis makhluk itu berinteraksi,” kata Thomas. “Berang misalnya bisa sangat interaktif dengan pengunjung kami. Sekarang kami melihat mereka lebih fokus pada penjaga daripada biasanya. ”

Baca Juga:  Makassar Masuk Zona Merah, Partai Gelora Berbagi Masker ke Masyarakat

Di bawah undang-undang tentang pembatasan level 4 negara negara itu, kebun binatang digolongkan sebagai layanan penting, dan diizinkan untuk terus beroperasi. (AR)

(theguardian.com)

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.