INIPASTI.COM, SUDIANG – Permasalahan pesawat Garuda yang sejatinya digunakan oleh Kloter 14 Embarkasi Makassar, juga berdampak pada jadwal pemberangkatan JCH Kloter 19. Ratusan JCH asal Kabupaten Wajo itu tidak memiliki banyak waktu untuk istirahat menjelang keberangkatannya menuju tanah suci.
Pada jadwal semula, 450 JCH ini harusnya diterima oleh PPIH Embarkasi Makassar pada 20 Juli pukul 14.00 WITA. Namun karena ada permasalahan pesawat, penerimaan Kloter 19 ini diundur ke hari Minggu, 21 Juli pukul 07.00 WITA. Situasi ini pun berakibat pada waktu istirahat Jemaah Calon Haji (JCH).
“Kami sekitar jam 10 malam berangkat (menggunakan bus,red) dari Wajo. Singgah shalat subuh di Masjid Al-Markaz Maros. Setelah shalat subuh, kami melanjutkan perjalanan ke sini (Asrama Haji Sudiang,red) dan tiba sekitar jam 7 pagi tadi,” urai salah seorang JCH Wajo, Muhammad Jufri (49).
Setelah diterima secara resmi oleh PPIH Embarkasi Makassar, 450 JCH ini secara berangsur-angsur masih harus melalui proses pemeriksaan kesehatan dan biometrik. Terdapat 1 JCH yang dinyatakan oleh dokter tidak layak terbang karena sakit mata yang dialaminya.
Setelah pemeriksaan yang juga memakan waktu berjam-jam itu, JCH menuju kamar masing-masing. Akan tetapi tidak berselang begitu lama, JCH Wajo ini sudah harus memasuki Aula Arafah untuk mengikuti rangkaian pelepasan Kloter 19 sekira pukul 14.00 WITA.
“Makan siang saja saya tidak sempat, apalagi tidur. Karena kan imbauannya harus pakaian ihram memang di sini. Ya terpaksa istirahatnya nanti di pesawat. Katanya juga bakalan ada makan disiapkan di pesawat,” jelas Muhammad Jufri.
Rangkaian pelepasan yang terdiri dari pembagian uang saku, pembagian paspor, pemeriksaan barang bawaan itu juga memakan waktu hingga 2 jam lamanya. 449 JCH ini meninggalkan Asrama Haji sekira pukul 17.30 WITA.
Bahkan, sebagaimana diberitakan sebelumnya, pesawat yang hendak ditumpangi oleh Kloter 19 ini mengalami masalah pada lampu. Hingga mereka harus menunggu selama kurang lebih 4 jam di bandara.
Olehnya, Kanwil Kemenag Sulsel Anwar Abubakar sangat berharap agar pemberangkatan kloter berikutnya tidak mengalami kendala lagi. “Tentu kami sangat berharap agar pemberangkatan JCH kembali normal,” singkatnya. (Sule)










