INIPASTI.COM, MAKASSAR – Seiring berjalannya waktu, penambahan jumlah kendaraan di kota-kota besar di dunia semakin pesat. Sehingga pada situasi tersebut, pemerintah dituntut untuk menghadirkan keterampilan dewasa guna mengatasinya. Olehnya itu, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto didampingi Wakilnya, Syamsu Rizal, selama dua tahun tujuh bulan masa jabatannya telah meluncurkan sejumlah program termasuk di bidang infrastruktur untuk mengatasi masalah tersebut.
Baca juga :Makassar Panen Penghargaan Nasional di Akhir Tahun
“Pemerintah ditantang mampu melahirkan solusi untuk menjawab kebutuhan masyarakat di bidang infrastruktur utamanya transportasi,” jelasnya pada Diskusi Akhir Tahun yang mengangkat tema ‘Infrastruktur Makassar Menuju Kota Dunia’ di Graha Pena, Selasa (27/12).
Solusi tersebut menurut Wali Kota berlatar belakang arsitek itu, untuk mempersiapkan Kota Makassar yang tengah berbenah menuju kota dunia yang nyaman untuk semua. Olehnya itu, jelasnya, hal-hal yang berhubungan dengan standar kota dunia seperti infrastruktur dan dimensi lainnya, harus sedari awal dilakukan pembenahan.
Danny mencontohkan pada bidang transportasi, ia mengakui bahwa musuh utama penataan sistem transportasi publik yaitu kendaran roda dua (sepeda motor). Dimana diketahui jumlahnya saat ini mencapai hampir dua juta unit yang bergandengan dengan masalah kemacetan. Olehnya itu, ia pun meluncurkan Pete-pete Smart sebagai terobosan untuk meretas permasalahan transportasi publik di Makassar. Solusi yang ditawarkan itu menurutnya lebih aman, nyaman, dan murah ketimbang menggunakan sepeda motor.
Selain menghadirkan solusi Pete-pete Smart, Danny juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah merampungkan desain Bundara’ na Pedistrian ta. Solusi berupa desain pedestarian tersebut, sebutnya, ramah pada anak, kaum disabilitas, dan lansia serta memuat quote dari tokoh-tokoh masyhur dari empat etnis besar di Sulawesi Selatan.
Pedistrian dengan desain bulat itu mulai dibangun di beberapa ruas jalan kota Makassar. Di antaranya di Jalan Penghibur, tepat di depan Rumah Jabatan Wali Kota Makassar.
Selain Wali Kota Makassar, Diskusi Akhir Tahun ini menghadirkan beberapa narasumber lainnya. Seperti Sosiolog Unhas Prof Tahir Kasnawi, Legislator Makassar Rahman Pina, dan Ahli Tata Kota Prof Slamet Tri Sutomo.(*)
Baca juga :Danny Pomanto dan Ide Urai Kemacetan Kota Makassar
//










