INIPASTI.COM, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto menyebut bahwa suatu kota membutuhkan akumulasi untuk mencapai kemajuan. Akumulasi dimaknai oleh Danny berupa kemampuan setiap elemen dalam pemerintahannya untuk saling menyokong dengan kemampuan kompetisi yang dimiliki. Sistemnya dibuat berjenjang yang diawali dari integrasi, koordinasi, dan berujung pada akumulasi. Hal itu disampaikannya saat berbicara di Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Makassar Tahun 2017.
“Sistem terakumulasi harus dirancang sejak awal. Dan kota membutuhkan akumulasi untuk mencapai kemajuan,” seru orang nomor satu di Kota Makassar tersebut pada Musrembang yang berlangsung di Sandeq Ball Room, Grand Clarion Hotel, Selasa, (7/3/2017).
Budaya Sipakatau, Sipakalebbi, dan Sipakainga yang identik dengan Makassar menjadi dasar bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dalam membangun sistem terakumulasi. Keberhasilan Pemkot Makassar menggelar Pilkara (Pemilihan Langsung Ketua RT/RW Raya) pada Minggu, 26 Februari 2017 lalu, dianggap menjadi modal lain yang memperkuat Pemkot Makassar untuk menerapkan sistem terakumulasi.
Sementara itu, Direktur Evaluasi dan Pengendalian Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Pembangunan Daerah (Bangda) Kementerian Dalam Negeri RI, Muhammad Hudori menilai Musrembang tersebut bermakna penting bagi Pemkot Makassar. Karena menurutnya acara tersebut mempertemukan seluruh pemangku kepentingan khususnya di Kota Makassar.
“Semua dapat berpartisipasi untuk melakukan penajaman, penyelarasan, dan klarifikasi terhadap program dan kegiatan yang akan dilakukan di 2017,” jelas Direktur Hudori.
Topik yang dibahas dalam Musrembang berujung pada rancangan RKPD Tahun 2017 yang menjadi landasan bagi Pemkot Makassar untuk mencapai kesejahteraan masyarakat. Hal terpenting menurut Direktur Huduri, program RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) mesti konsisten dengan RKPD.










