INIPASTI.COM, MAKASSAR – Langkah Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto bersama Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal tampak ringan, dengan senyum sumringah mendatangi dua makam pahlawan di Kompleks Pemakaman raja-raja Tallo, Kamis (9/11/2017)
Kedatangan Danny Pomanto dengan menggunakan pakaian adat, bersama rombongan mendatangi makam Karaeng Parang-parang Karaeng Bainea Ri Tallo dan Sultan Mudaffar Karaeng Kanjilo ammalianga ritimoro Raja Tallo ke VII. Ini merupakan satu rangkaian dari Hari Ulang Tahun ke 410 Kota Makassar.
Danny Pomanto bersama rombongan mengikuti semua prosesi ritual adat, mulai dari melakukan salam Anggaru sebelum masuk ke lingkungan Makam. Hal ini, mencerminkan rasa hormat dan cinta kasih Danny yang sebesar-besarnya kepada para pahlawan.
Sebelumnya, Ia sempat mengunjungi Timungan Lompoa Ri Tallo dan memasuki Bungung Baraniya atau sumur pemberani. Danny pun membasuh mukanya dengan air yang diambil dari sumur itu. Dahulu sumur ini dijadikan sebagai tempat membasuh dirinya, para raja atau pahlawan sebelum berangkat berperang. Karena kejernihannya pula air disumur itupun dapat diminum langsung. Konon katanya, sumur tersebut tak pernah surut ataupun kering.
Danny menjelaskan, di umur kota Makassar, yang ke 410 telah melalui berbagai peristiwa besar terutama ketika berbicara sejarah tidak akan lepas dari orang-orang dibelakangnya, yaitu Pahlawan.
“Ditempat ini, kita bisa mengambil pelajaran sejarah dari proses kelahiran kota Makassar,” kata Danny.
Ia menambahkan,ada tiga hal yang bisa ditarik dari Hari jadi kota Makassar. Nilai-nilai inilah yang diambil dalam membangun Makassar kedepan.
“Tiga hal tersebut, Pertama, Makassar lahir dan dideklarasikan usai Shalat jumat. Kedua, Makassar lahir daru kebersamaan dan ketiga Makassar lahir karena persatuan pikiran-pikiran dari berbagai pihak dahulunya,” ungkapnya.
Prosesi upacara ini sangat hikmat dan disaksikan oleh seluruh warga serta satuan tugas (satgas), para RT/RW, Camat dan Lurah se- Kota Makassar.
Turut mendampingi Raja Tallo, Ketua Umum Majelis Adat Budaya Keraton Nusantara dan Sekjen Raja Bonea Selayar. (Iin Nurfahraeni)










