Post Views: 3
INIPASTI.COM, MAKASSAR – Sudah menjadi kebiasaan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto berguyon saat memberikan sambutan dalam suatu acara. Bahkan pada Safari Ramadhan selama Bulan Suci Ramadhan ini, Danny selalu menyelipkan candaan saran berbicara di hadapan jemaah mesjid. Seperti halnya saat Safari Ramadhan di Mesjid Nurul Hidayah, Kandea, Jl. Bunga Ejaya Beru, Minggu, (18/6/2017).
“Salah satu dampak kemajuan kota ini yakni besarnya daya beli masyarakat. Kendaraan banyak karena masyarakat mampu membelinya. Baru DP (down payment) sudah bisa dapat mobil, baru DP sudah bisa dapat rumah. Jadi kalau ada orang bilang Makassar tanpa DP, tidak dapat ki itu apa-apa,” canda Danny yang membuat jemaah mesjid tertawa.
Betapa tidak, DP sendiri juga merupakan singkatan dari nama wali kota berlatar belakang arsitek ini, yakni Danny. Sehingga yang perkataan tersebut bermakna ambigu yang membuat gelak tawa para jemaah yang hadir.
Pada kesempatan tersebut ia juga menyampaikan beberapa kekurangan dalam pemerintahannya. Salah satunya yaitu dampak kemajuan yang belum dikelola baik. Seperti macet karena membludaknya kendaraan, tingginya daya beli yang berakibat munculnya pedagang kaki lima, dan kemakmuran masyarakat membuat semakin banyak orang ingin masuk ke Makassar sehingga memicu kejahatan.
“Tapi tidak perlu khawatir, ada masalah kesehatan, kejahatan, kebakaran, dan gangguan lainnya langsung telpon 112. Semua pasti terlayani kecuali dua hal, utang dan jodoh,” pungkasnya sembari tersenyum membuat jamaah mesjid pun ikut tertawa.
Itulah hal real (nyata) public service (pelayanan masyarakat), kata Danny, yang bisa dirasakan langsung masyarakat, termasuk masyarakat sudah bisa mendapatkan layanan kesehatan gratis di rumah mereka 24 jam melalui home care dottorotta. (Sule)










