INIPASTI.COM, MAKASSAR – Bakal calon incumbent, Mohammad Ramadhan Pomanto yang didorong maju di Pemilihan Walikota Makassar dengan jalur independen oleh komunitas Jaringan Danny Pomanto (JDP).
Pengamat politik, Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Jayadi Nas menilai JDP yang mendorong Danny lewat jalur independen sangat sulit. Sebab berdasarkan UU Nomor 10 tahun 2016 persyaratan untuk jalur independen dengan dukungan per Daftar Pemilih Tetap (DPT). Berbeda dengan sebelumnya yang berdasarkan jumlah penduduk.
“Menurut saya sangat berat kalau maju di jalur independen. Karena dulu harus kantongi dukungan sekian persen berdasarkan jumlah penduduk. Berbeda dengan sekarang harus dapat dukungan sekian persen dari jumlah DPT. Jadi perubahan ini semakin berat,” kata Jayadi saat ditemui di DPRD Sulsel, Kamis (22/12).
Hal lain yang dianggap berat yakni pencocokan dan penelitian yang dilakukan oleh KPU. Tertarik dengan dukungan masyarakat yang memberikan formulir berupa KTP karena akan diuji melalui penelitian langsung tanpa menggunakan sampel. Soal kebenaran dukungan kepada calon tersebut. Belum lagi sanksi pemotongan dukungan jika terjadi pelanggaran.
“Jadi sangat hati-hati jika pak Danny mau maju lewat jalur independen. Tapi tergantung pada timnya,” ujarnya.
Sehingga Ia menyarankan Danny menempuh jalur partai politik. Sebab menurutnya parpol bukan hanya persoalan kendaraan politik semata. Tetapi soal tanggungjawab strategis dalam mengawal pemerintahan jika Danny tersebut terpilih lewat parpol nanti.










