Dari Mahasiswa Merdeka hingga Dosen, Ketua MSA PTNBH : Memerdekakan Dosen Agar Lebih Produktif

Top Ad

INIPASTI.COM, BANDUNG – 11 Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) seluruh Indonesia mengikuti Sidang Paripurna Majelis Senat Akademik menghasilkan sembilan butir rencana kerja.

Sidang dihadiri 114 orang dari 11 PTNBH periode 2019-2024 setelah dilantik 15 Oktober lalu, yaitu:

-Universitas Indonesia
-Universitas Sumatera Utara
-Institut Pertanian Bogor
-Universitas Padjadjaran
-Institut Teknologi Bandung, -Universitas Pendidikan Indonesia
-Universitas Gadjah Mada
-Universitas Airlangga
-Institut Teknologi Sepuluh Nopember
-Universitas Diponegoro
-Universitas Hasanuddin.

Pertemuan dua hari (8-9/12/2019) tersebut, hasil sidang paripurna akan disosialisasikan ke Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim serta Menteri Riset dan Teknologi dan 11 PTN anggotanya.

Sidang perdana itu mengangkat tema “Transformasi Budaya Akademik dan Ekosistem Inovasi PTNBH untuk Kemandirian dan Daya Saing Nasional”.

Baca Juga:  HGN 2019, Begini Penilaian Pj Wali Kota untuk Sambutan Mendikbud Nadiem Makarim

Tujuan utama dari pertemuan itu adalah membuat rencana kerja baru agar Majelis Senat Akademik bersama eksekutif dapat lebih bermanfaat dalam membantu pemerintah.

Beberapa hari lalu, Mendikbud Nadiem Makarim pernah menyebut istilah mahasiswa merdeka. Merdeka yang dimaksud adalah memilih mata kuliah sesuai dengan kemauan, kemampuan, dan minat, sebelumnya diungkapkan

Ia juga mengemukakan tentang dosen penggerak akan berusaha mencari ilmu dan pengetahuan untuk memperbaiki kegiatan pembelajaran di kelas.

Peserta sidang juga merancang tambahan standar artikel dalam jurnal ilmiah yang terindeks Scopus.

Baca Juga:  Mengacu Praktik Level Internasional, Begini Model Ujian Asesmen Pengganti UN

Dilansir Tempo.co, “Mencari solusi masalah perpajakan untuk PTNBH, memerdekakan dosen dalam berkarya dan berkreasi agar lebih
produktif,” kata Ketua Majelis Senat Akademik PTNBH Prof. Dr. Nachrowi, M.Sc

Isu-isu pendidikan di Indonesia dengan tantangan industri di dunia pengajaran turut dibahas. Inti rencana kerja yang telah disusun antara lain menyelaraskan bidang pengajaran untuk menyongsong Revolusi Industri 4.0.

Selain itu memberikan keluasan mahasiswa dalam berkreasi dan berinovasi di kampus serta membangun kompetensi mahasiswa sesuai dengan keinginannya.

(Dhirga Erlangga/Penulis)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.