INIPASTI.COM, MAKASSAR – Permasalahan lahan untuk pembangunan Kereta Api Trans Sulawesi, Makassar-Parepare yang terus berlarut di daerah Pangkep – Maros, membuat Deputi I Staf Kepresidenan Febry Calvin Tetelepta menyoroti masalah koordinasi sehingga sampai sekarang permasalahan lahan tak terselesaikan.
“Terlalu lama masalah ini, masalah lahan. Saya paham masalah ini, bisa diselesaikan jika koordinasi jalan ini tidak. Kacau semua, bagaimana mau membuat target jika kondisinya seperti ini,” terang Febry, Rabu (10/2)
Ia menambahkan hal ini tidak bisa seperti ini, terlalu berat. Bahkan, Febry sempat terlihat mengeluarkan nada suara tegas karena berlarutnya pembebasan lahan padahal ini sudah sangat lama. “Saya tidak ada urusan dengan personal tapi ini tugas. Saya minta maaf pak sekda. Jadi terhadap komisi dan polri tidak bisa kita berkoordinasi kalau cuman duduk saja, semua harus terlibat,” tegasnya.
Febry pun menyebutkan bahwa hasil rapat koordinasi hari ini memutuskan akan kembali bertemu pada 22 Februari nanti, bukan lagi membahas masalah, tapi mencari solusi apa aksinya dan kapan dilaksanakan.
Sebelumnya Febry menyebutkan, rapat koordinasi ini akan membahas dua proyek startegis nasional yaitu Kereta Api Makassar-Parepare dan Makassar New Port.
Dimana, pemerintah pusat memiliki komitmen dalam pembangunan PSN ini, jalan tol, bendungan hingga kawasan industri.
“Untuk saat ini rapat koordinasi, kami fokus dua karena harus selesai di 2024,” sebutnya
(Iin Nurfahraeni)










