INIPASTI.COM, MAKASSAR – Perseteruan kubu Ambo Dalle dengan Plt Ketua Hanura Sulsel, Bahar Ngitung tak kunjung berhenti. Setelah melakukan pencopotan 5 ketua DPC melalui Rapimda beberapa waktu lalu.
Obama mengancam akan melakukan hal yang sama kepada sejumlah pengurus inti di DPD Hanura Sulsel, yang menolak keputusan DPP atas penunjukan dirinya sebagai pengganti Ambo Dalle.
Namun ancaman Obama tidak membuat sejumlah pengurus merasa takut. Bahkan Bendahara Hanura Sulsel, Rahmat Muhayang menilai Obama telah melanggar kewenangan DPP dalam hal pemberian sanksi. Pasalnya menurutnya pemberian Sanksi merupakan kewenangan penuh DPP dan bukan DPD.
“Kalau saya melihatnya Pak Obama Ini sudah salah alamat atau kurang tepat. Pemberian sanksi itu bukan kewenangan dari DPD,” kata Rahmat Muhayang, Rabu (24/5).
Menurut Rahmat, ancaman yang dilontarkan oleh Obama sama sekali tidak mengusik sejumlah pengurus yang melakukan penolakan terhadap kehadiran Obama di Hanura. Apalagi kata dia, pemberian sanksi dalam aturan adalah kewenangan pengurus yang satu tingkat diatasnya.
“Jangankan sanksi, pemecatan pun kami tidak takut. Sebab kami juga tidak cari hidup di partai. Apa yang kami lakukan sampai saat ini hanya untuk membesarkan partai Hanura,” tegas politisi lulusan Sarjana Hukum itu.
Sebelumnya, Obama beralasan pemberian sanksi itu karena tidak patuh dengan Keputusan partai. Sehingga pada pasal 6 itu sudah diatur bagaimana mereka sanksi kepada kader yang tidak patuh.
“Mereka tidak patuh dan taat pada keputusan dan kebijakan partai. Dalam pasal itu, ada tingkatannya, mulai dari tertulis, pemberhentian sementara bahkan bisa pemecatan. Sementara kita berikan teguran tertulis,” tutup Obama.










