INIPASTI.COM, MAKASSAR – Kehadiran Media Sosial yang berkembang pesat saat ini, menjadikannya sebagai salah satu kebutuhan masyarakat terutama dalam memperoleh informasi. Namun, dampaknya bermunculannya akun haters (pembenci) yang terdapat di berbagai media sosial.
Inilah menjadi salah satu permasalah serius di Indonesia. Hal ini disebabkan, tak jarang akun tersebut disalahgunakan untuk menyebarkan informasi kemudian para netizen, untuk menanggalkan komentar negatif.
Pemerintah Provinsi Sulsel, melalui Dinas Komunikasi Informatika, Statistik dan Persandian (KISP) saat ini terus menggalakkan “Gerakan Ayo Santun dan Produktif di Media Sosial”.
Kepala Dinas KISP Sulsel Andi Hasdullah menjelaskan terkadang para pengguna media sosial tidak menyadari telah melakukan hal negatif, ketika memposting komentar bersifat mempermalukan atau melecehkan seseorang.
“Stop Cyberbullying, karena ini termasuk dalam kejahatan yang dilakukan melalui komunikasi di media online, baik itu tulisan, gambar, maupun audiovisual yang membuat seseorang merasa tidak nyaman atau terancam,” kata Hasdullah, Kamis (7/12/2017)
Ia menambahkan, media online juga dapat menyembunyikan pelaku penyebar kebencian dalam beragam identitas.
Untuk itu, Hasdullah berharap melalui literasi pengguna media sosial yang dilakukan secara berkesinambungan, dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman dalam menggunakan medsos.
“Saya minta jangan menyebar ujaran kebencian di Medsos. Sebaiknya juga tidak asal menerima lalu menyebarkan sebuah informasi, jika kebenarannya belum atau tidak dapat dipertanggungjawabkan,” paparnya.
Termasuk juga, menurut Hasdullah mendekati Pilkada nanti, masyarakat harus benar-benar memperhatikan semua informasi yang diterimanya. Jangan asal menerima. (Iin Nurfahraeni)










