INIPASTI.COM, MAKASSAR – Setelah melakukan Memorandum of Understanding dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk beberapa waktu lalu, Dinas Perindustrian Provinsi Sulawesi Selatan, kembali membahas pengembangan Industri Kecil Menengah (IKM) yang masuk dalam binaan provinsi.
Kepala Dinas Perindustrian Sulsel Ahmadi Akil mengungkapkan, pihaknya kembali melakukan pertemuan membahas tindak lanjut atas kerjasama yang sebelumnya dilakukan.
“Kami membahas penguatan IKM yang ada di sulsel, terutama untuk sentra industri yang menjadi andalan, pengembangan Sumber Daya Manusia, penyiapan sarana dan prasaranan termasuk dalam mengakses permodalan untuk memajukan IKM,” kata Ahmadi, Kamis (16/2/2017)
Ia menjelaskan, tujuan dari semua ini yaitu agar IKM di Sulsel dapat bersaing dengan yang ada di daerah, “Kami inginkan agar produk IKM kualitas yang dihasilkan bernilai ekspor. Selama ini sudah ada seperti markisa, anyaman lontara, kopi, dan Sutera tapi masih banyak produk IKM yang dimiliki untuk dikembangkan,” ujarnya lebih jauh
Ahmadi menyebutkan, sasaran yang diinginkan adalah hilirisasi untuk penguatan IKM di Kabupaten/kota termasuk masalah pasarannya. Saat ini IKM yang ada Sulsel mencapai 54 ribu izin, saat ini yang punya izin sebanyak 12 ribu, sedangkan dibina ada di 14 Kabupaten.
Hal senada diungkapkan, oleh Kepala Bidang Industri Tekstil, Elektronika dan Telematika dan Aneka Meyke Najamuddin Sultan, menjelaskan kerjasama dengan perbankan ini mengenai hilirisasi industri, yang bertujuan untuk mengembangkan IKM berdaya saing melalui program ini.
“Nantinya akan ada pendampingan dan fasilitasi promosi untuk ikm melalui Show case dan e-commerce, serta kerjasama untuk penyediaan peralatan pendukung produksi, fasilitasi modal kerja, dan pemasaran,” terang Meyke.
Selain itu, Meyke menambahkan, nantinya akan dilakukan sertifikasi produk terhadap produk unggulan IKM.










