INIPASTI.COM, MAKASSAR – Direktur Utama PD Parkir Makassar Raya, Irianto Ahmad beberapa hari terakhir gencar melakukan penataan perparkiran. Hal ini dilakukan guna mengatasi kesemrautan parkir. Pihaknya pun menaruh perhatian lebih pada kawasan Jl. Pengayoman dan Jl. Boulevard, Kec. Panakkukang. Menurutnya di kawasan tersebut sistem perparkirannya sangat semrawut yang akhirnya sering menyebabkan kemacetan. Sehubungan dengan hal itu, ia pun menemui pihak pengelola Mall Panakkukang (MP) dan Pihak Asindo untuk membicarakan penerapan parkir yang diberlakukan selama ini.
“Kunjungan saya tadi untuk membicarakan masalah parkiran di sana. Saya meminta penjelasan sekaitan adanya parkir yang ditengarai merupakan karyawan tenant mall di bahu jalan. Karena hal itu menjadi salah satu penyebab kemacetan,” ucapnya saat dikonfirmasi oleh tim inipasti.com, Jum’at, (20/1/2017).
Jika benar, Irianto menegaskan akan mendesak pengelolah MP, termasuk pengelolah parkir di tempat itu agar memberi fasilitas parkir khusus bagi karyawan tenant dan managemen, sehingga tidak dikenakan biaya parkir progresif seperti pengunjung umumnya. Dengan begitu, menurutnya, hal itu bisa menjadi solusi sehingga tidak lagi ditemukan adanya karyawan yang memarkir kendaraannya di lokasi yang tidak semestinya.
“Bayangkan jika karyawan yang memarkir kendaraannya dari pagi hingga malam hari dan dikenakan tarif progresif. Tentu akan menguras gaji yang mereka dapatkan dalam sebulan. Makanya karyawan lebih memilih parkir di luar lokasi perparkiran,” lanjut Irianto.
Direktur Utama PT Asindo Indonesia, Jefri Rusli beserta direktur kemitraan, Wahyuddin, pengelolah MP dan Parkiran Naomi dan Hardi menyambut baik usulan Dirut PD Parkir. Wahyuddin menyampaikan bahwa apa yang diusulkan Irianto sudah menjadi perhatian utama pihak Asindo dan management lainnya.
“Kita sudah menjalankan hal tersebut. Karyawan tenant kita beri free parking (fasilitas parkir gratis,red). Begitu pun management, semua kita gratiskan. Khusus managemen kita tempatkan di parkiran Asoka sementara karyawan tenant berbaur dengan pengunjung umum,” jelas Wahyuddin.
Ada pun selama ini yang masih memarkir kendaraannya di bahu jalan seputaran MP dan kawasan adalah pengunjung umum yang tidak hanya bertujuan ke MP. Namun, menurutnya juga di berbagai tempat usaha komersil lainnya yang berada di sekitanya.










