INIPASTI.COM, MAKASSAR-Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Sulsel musim tanam 2018 berencana akan mengembangkan penanaman kapas di lima kabupatan, yakni Kabupaten Bantaeng, Bulukumba, Bone, Soppeng dan Wajo.
Sekretaris Dinas Perkebunan Provinsi Sulsel, Ir Muhammad Arsyad Patara, MBA, yang dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu 23 Agustus, membenarkan rencana pengembangan kapas di lima daerah pada musim tanam 2018 tahun depan.
Jenis kapas yang akan dikembangkan adalah jenis Kanesia. Kapas jenis kanesia ini cocok dikembangkan pada daerah yang memiliki curah hujan sedang atau kurang.
Jenis kanesia ini termasuk varietas unggul yang mudah diterima oleh petani. Pengembangan jenis kanesia ini mulai sikembangkan di Sulsel sejak tahun 2007 hingga sekarang ini.
Muhammad Arsyad, dikatakan, jenis kapas yang dikembangkan pada musim tanam 2018 tahun depan, memungkinkan produksinya lebih tinggi dibandingkan dengan jenis kanesia yang ditanam sebelumnya. “Ditaksir produksi mencapai 1,5 ton/ha,”tandas Muhammad Arsyad.
Dikatakan, pengembangan kapas di Sulsel masih sangat berpotensi untuk dikembangkan. Selain kapas menjadi salah satu komoditas penting karena menjadi bahan baku utama industri tekstil.
Juga saat ini hampir 99 persen bahan baku serta kapas untuk industri tekstil masih diimpor dari luar. Sehingga ini menjadi peluang bagi petani untuk mengembangkan kapas.
Potensi lain pengembangan kapas di Sulsel, karena petani di Sulsel sejak dahulu sudah menanam kapas, jadi sudah ada pengalaman menanam, kemudian di Sulsel ini terdapat dua unit mesin processing yang mampu memisahkan biji dengan serta kapas. Kedua mesin ini ada di Bulukumba dan Jeneponto.
Sekadar diketahui kapasitas giling kedua pabrik ini 40.000 ton per tahun atau setara dengan pengembangan kapas 40.000 ha. Karenanya tambah Muhammad Arsyad ketersediaan dua mesin ini sangat mendukung pengembangan kapas di Sulsel.(nasrullah)










