JAKARTA — Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) telah merespons pertanyaan tentang motivasinya melayangkan pernyataan cukup tajam terhadap kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno baru-baru ini. Jokowi hanya menyebut bahwa dirinya tak mungkin terus menerus diam atas segala “serangan” yang ditujukan kepadanya.
“Masak saya diam terus? Saya suruh diam terus? Saya suruh sabar terus? Ya tidak dong,” kata Jokowi kepada awak media di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Minggu (3/2).
Namun Jokowi enggan bila dirinya disebut menyerang kubu lawan. Menurutnya apa yang dia sampaikan adalah hal-hal berdasarkan kenyataan.
Salah satu yang telah direspons Jokowi adalah pernyataan Prabowo yang menyebut Indonesia akan bubar atau punah. Hal itu disampaikan Prabowo saat berpidato di Konferensi Nasional Partai Gerindra di Sentul International Convention Center pada Desember tahun lalu.
“Karena itu kita tidak bisa kalah, kita tidak boleh kalah. Kalau kita kalah, negara ini bisa punah,” kata Prabowo kala itu.
Saat menghadiri silaturahmi paguyuban pengusaha Jawa Tengah di Semarang Town Square pada Sabtu pekan lalu, Jokowi merenpons pernyataan Prabowo. “Masak ada yang bilang Indonesia bubar, Indonesia punah. Ya bubar sendiri saja, punah sendiri saja, tapi jangan ajak-ajak kita rakyat Indonesia,” ujarnya.
Juru kampanye Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Ahmad Riza Patria menilai strategi yang baru-baru ini dipraktikkan Jokowi tidak akan menarik simpati masyarakat. Menurutnya keagresifan Jokowi justru memperlihatkan kekhawatirannya terhadap elektabilitas Prabowo-Sandi.
“Itu tidak menghasilkan simpati, bahkan masyarakat jadi tahu sebetulnya siapa Pak Jokowi. Ini tanda-tanda kekalahan Pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf,” ujar Riza di kompleks parlemen Senayan pada Senin (4/2). (MDS01)










