INIPASTI.COM, MAKASSAR, — Pasangan Munafri Arifuddin – Abdul Rahman Bando diserang black campaign atau kampanye hitam melalui selebaran di beberapa titik di Kota Makassar menjelang pencoblosan 9 Desember.
Selebaran itu, dianggap menyudutkan pasangan Appi-Rahman dengan mengaitkan utang perusahaan Bosowa dengan pencalonan Appi-Rahman di Pilwalkot 2020.
Tim Appi-Rahman, Fadli Noor mengatakan selebaran gelap yang beredar diduga sengaja dilakukan oleh pasangan calon yang selama ini bersaing ketat dengan Appi-Rahman di Pilwalkot Makassar.
“Kami duga dilakukan oleh Paslon yang panik dan pesaing ketat dengan Appi-Rahman dan yang dilakukan ini adalah hal paling nista dalam praktek demokrasi,” kata Fadli Noor saat konfrensi pers di Caffeine, jalan Sutomo, Makassar, Senin 7 Desember 2020.
Ia menduga kampanye hitam yang dilakukan, karena ada pihak yang panik dengan survei pasangan Appi-Rahman yang terus melejit dan melampaui kandidat lain.
“Ini dilakukan dengan tujuan untuk menggerus dan menzolimi kekuatan elektoral Appi-Rahman dalam rilis survei yang unggul beberapa waktu lalu,” jelasnya.
Ia menjelaskan kampanye hitam ini yang dilakukan adalah cara primitif dalam praktik Pilkada yang seharusnya harus ditinggalkan dan lebih mengutamakan kampanye yang bisa mengedukasi masyarakat.
Ketua PSI Sulsel ini menyebutkan pihaknya sudah mengantongi nama dan alamat pelaku penyebar selebaran black campaign tersebut yang diduga dari paslon yang selama ini bersaing ketat dengan Appi-Rahman.
“kami sudah menduga siapa pelakunya kami mengantongi nama, alamat dan bahkan percetakannya,” ucapnya.
Selebaran black campaign ini disebar dini hari di sejumlah titik yang ditemukan tim pasangan Appi-Rahman yakni di jalan Landak, Jalan Faisal, jalan Manggala, jalan Cakalang dan jalan Bandang.
(Muh. Seilessy)










