INIPASTI.COM, MAKASAR – Pasca penetapan Abu Hamzah Mamba yang merupakan pemilik dari Abu Tours. Penyidik Polda Sulsel saat ini sedang memburu sejumlah aset dan usaha untuk mengetahui kemana aliran dana dari calon jemaah mengalir.
Diketahui, Abu Hamza membangun sejumlah bisnis usaha mulai dari percetakan, kuliner, biro perjalanan hingga koperasi dengan mengandeng investor didalamnya.
Khusus untuk koperasi Abu Tours, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulsel Abdul Malik Faisal mengungkapkan pihaknya telah
melihat perkembangan koperasi yang baru beberapa tahun ini beroperasional.
Menurutnya, koperasi ini murni diperuntukkan untuk para anggotanya, namun jika kemudian pihak kepolisian meminta agar aset-aset yang ada dalam koperasi tersebut diperiksa untuk mengetahui ada uang calon jemaah mengalir, ia siap membantu untuk itu.
“Inikan sudah masuk ranah hukum. Kalau memang ada aliran dana dari calon jemaah mengalir ke koperasi akan kami hitung dan pisahkan,” kata Malik, Jumat (2/4/2018)
Ia menambahkan dalam koperasi ada namanya dana yang mengalir dari anggota, ada juga dari luar, kalau memang nanti ada aliran dana calon jemaah bisa ditarik. Sampai saat ini pihaknya sendiri belum melakukan pemeriksaan lebih detail terkait dengan koperasi Abu Tours.
“Kapan pun diminta kami akan siap, untuk membantu hitung aset koperasi Abu Tours,” ujarnya
Terkait apakah nanti, koperasi Abu Tours bisa terkena dampak akibat kasus hukum yang sedang mendera pemiliknya. Malik menyebutkan hal tersebut tidak akan berdampak, karena koperasi dikatakan sehat jika melakukan RAT setiap tahun, jumlah aset dan modal jelas kemudian keuntungan dalam setahun.
“Saya liat koperasi ini murni untuk anggotanya, keuntungannya masih sedikit, namun saya tidak bisa memastikan, karena tidak melihat secara detailnya,” terangnya
(Iin Nurfahraeni)










