MAMUJU – Tidak banyak yang mengetahui tempat yang satu ini, sebuah lubang yang diperkirakan berdiameter 30 meter dengan kedalaman sekitar 35 meter terdapat di Lingkungan Kalubibing,Mamuju Provinsi Sulawesi Barat. Hanya berjarak sekitar 1 kilometer dari Jl.Poros Mamuju Kalukku.
Hingga saat ini belum diketahui pasti kenapa lubang itu bisa terbentuk. Lubang ini sudah ditemukan oleh warga sejak puluhan tahun yang lalu. Begitu jarang orang yang mengunjungi tempat ini, sehingga sudah banyak ilalang dan pohon-pohon tumbuh di sekitar lubang. Sehingga agak sulit melihat lubang tersebut. Akses jalan menuju lubang misterius itupun sudah tertutup oleh ilalang dan tanaman lainnya.
Warga sekitar menyebut lubang itu dengan nama “garoang” yang jika diartikan dalam bahasa Indonesia adalah “lubang”. Didalam lubang tersebut terdapat sebuah gua, yang menurut warga setempat gua tersebut tembus hingga ke laut.
“ Saya pernah turun ke lubang tersebut dengan tali, sempat melihat ada sebuah lubang gua. Informasi yang saya dapatkan dari orang tua terdahulu bahwa gua tersebut di huni kelelawar. Air laut bisanya masuk ke dalam gua tersebut. Namun kini gua tersebut mulai tertimbun tanah longsor, sehingga lama kelamaan mulai tertutup ujar Kepala Lingkungan Kalubibing Abd.Hakim L.
Dari tahun ketahun kedalaman lubang tersebut semakin berkurang. Karena sering terjadi longsor, dedauan yang jatuh ke dalam lubang tersebut. Ada juga warga yang berpendapat bahwa gua tersebut bisa jadi bekas tempat pengintaian para pejuang yang berperang. dikarenakan tempatnya yang strategis di atas gunung. Jika dilihat dari atas lubang dapat melihat laut lepas, sangat startegis tempat mengintai musuh yang masuk dengan kapal laut, tambah Rahmat.
Sampai saat ini belum ada peneliti ataupun pemerintah setempat yang berkunjung dan melakukan penelitian lebih lanjut soal lubang itu. Masyarakat sekitar benar-benar tidak mengetahui asal muasal lubang tersebut. Untuk itu Abd Hakim berharap agar ada pihak-pihak terait untuk bisa meneliti lubang tersebut. Agar nantinya bisa menjadi objek wisata baru yang bernilai sejarah di Kabupaten Mamuju.
Penulis: Ihsan Al Mandari










