INIPASTI.Com, MAKASSAR – Dekan FKM UPRI Makassar, Dr Arlim Adam, SKM, M.Si, memuji sekaligus merasa bangga salah seorang dosen FKM UPRI Makassar, Sitti Nurfaizah yang dalam ujian promosi doktor di UNM, Senin (15/8/2016) mendapatkan nilai terbaik dengan IPK 3,97 sekaligus mendapatkan predikat cumlaud.
“Ini sungguh luar biasa prestasi yang diraih. Meskipun saya tahu bahwa untuk meraih kesuksesan sebesar ini tantangannya juga luar biasa, tetapi semuanya itu dapat dilaluinya dengan sangat luar biasa pula. Harap ini bisa menjadi pelajaran bagi teman-temannya yang saat ini belum selesai,”puji Arlim kembali.
Hasil penelitian ini, disebutkan Arlim dapat memberikan perubahan pendekatan dalam berkeluarga berencana. Kalau KB selama ini pendekatannya hanya fokus kepada perempuan, tetapi dengan penelitian ini bisa mengubah paradigma KB, melalui pendekatan pria.
Hal ini sesuatu hal yang tidak mudah dilakukan, sebab terkait dengan banyak aspek, terutama sosial budaya.
Tidak lazim rasanya sebagai orang Bugis- Makassar laki-laki ber KB, masih ada budaya lokal yang menentang jika laki-laki ber-KB.
Karenanya selama ini yang melakukan KB itu hanya bertumpu pada peremuan. Sekarang dengan paradigma yang dibangun oleh ibu Sitti Nurfaizah melalui hasil penelitiannya, rupanya kalau program kependudukan ini mau berhasil, maka laki-lakiharus ikut berpartisipasi.
“Partisipasi laki-laki ini sangat menentukan sehingga perlu ada kebijakan perubahan paradigma, masalah kependudukan. Dimana laki-laki harus turut serta berpartisipasi dalam ber- KB,”tandasya.
Dikatakan dalam dunia kesehatan, ada dua metode laki-laki dapat berpartisipasi dalam program keluarga berencana, yaitu melalui kondom dan vasektomi.
Vasektomi ini bukan kebiri, tetapi hanya hanya memutuskan saluran sperma sehingga tidak bisa lagi bertemua antara ovum dengan sperma laki-laki.










