INIPASTI.COM, MAKASSAR — Program Studi Pascasarjana Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Lasharan Jaya Makassar menjalani asesmen lapangan yang dilaksanakan pada 24–25 September 2026.
Asesmen lapangan tersebut menghadirkan dua asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi (LAMEMBA), yakni Prof. Dr. Dwinita Laksmidewi, SE., M.Si. dari Universitas Atma Jaya dan Raditha Dwi Vata Hapsari, SE., MM., Ph.D., CPM (Asia) dari Universitas Brawijaya.
Kehadiran kedua asesor LAMEMBA tersebut merupakan bagian dari rangkaian proses asesmen terhadap Program Studi Pascasarjana STIM Lasharan Jaya untuk memastikan kesesuaian antara dokumen yang telah disampaikan dengan implementasi penyelenggaraan pendidikan di lapangan.
Selama dua hari pelaksanaan, kedua asesor melakukan verifikasi dan konfirmasi terhadap data, dokumen serta implementasi penyelenggaraan Program Studi Pascasarjana STIM Lasharan Jaya.
Proses asesmen mencakup penelusuran dokumen, wawancara, diskusi, serta konfirmasi dengan unsur pimpinan, dosen, mahasiswa, alumni, tenaga kependidikan dan pemangku kepentingan.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua STIM Lasharan Jaya Dr. Hernita, SE., MM., Wakil Ketua I Bidang Akademik Guntur Suryoputro, SE., MM., Wakil Ketua II Bidang Administrasi dan Keuangan Muh. Amsal Sahban, SE., MM., Ph.D., Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan Arfiany, SE., MM., serta Ketua Program Studi Pascasarjana Dr. Iwan Perwira, SE., MM.
Turut hadir tim borang serta para dosen Program Studi Manajemen yang ikut mendukung seluruh rangkaian kegiatan asesmen lapangan.
Ketua STIM Lasharan Jaya, Dr. Hernita, SE., MM., mengatakan asesmen lapangan LAMEMBA merupakan bagian penting dalam upaya menjaga sekaligus meningkatkan mutu pendidikan tinggi.
“Asesmen lapangan bukan hanya tentang proses akreditasi. Bagi kami, ini merupakan momentum untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh dan memastikan bahwa proses pendidikan yang kami jalankan benar-benar terus mengalami peningkatan,” ujar Hernita.
Menurutnya, berbagai masukan yang diberikan oleh asesor LAMEMBA menjadi bahan evaluasi yang sangat penting bagi pengembangan Program Studi Pascasarjana ke depan.
“Setiap catatan dan rekomendasi yang diberikan asesor akan menjadi bagian dari proses perbaikan berkelanjutan, baik dalam tata kelola, proses pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat maupun pelayanan kepada mahasiswa,” lanjutnya.
Hernita juga menegaskan bahwa STIM Lasharan Jaya terus berupaya membangun budaya mutu dalam seluruh aktivitas akademik.
“Kami ingin kualitas menjadi budaya yang dijalankan setiap hari, bukan hanya sesuatu yang dipersiapkan ketika menghadapi proses akreditasi,” tegasnya.
Dalam asesmen tersebut, tim asesor LAMEMBA menelaah berbagai aspek penyelenggaraan Program Studi Pascasarjana, meliputi visi dan strategi, tata pamong dan tata kelola, mahasiswa, sumber daya manusia, keuangan, sarana dan prasarana, pendidikan dan pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat hingga capaian dan luaran tridharma perguruan tinggi.
Ketua Program Studi Pascasarjana, Dr. Iwan Perwira, SE., MM., bersama seluruh tim menyambut baik proses asesmen serta berbagai masukan yang diberikan asesor.
Menurut pihak program studi, proses tersebut menjadi ruang evaluasi sekaligus pembelajaran untuk memperkuat pengelolaan Program Studi Magister Manajemen STIM Lasharan Jaya agar semakin adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan kebutuhan dunia kerja.
Pelaksanaan asesmen lapangan LAMEMBA berlangsung lancar dalam suasana akademik yang terbuka dan konstruktif. Seluruh unsur pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni serta stakeholder turut berpartisipasi mendukung kelancaran kegiatan.
Melalui asesmen lapangan ini, STIM Lasharan Jaya kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi, memperkuat tata kelola institusi, serta menghasilkan lulusan yang profesional, berdaya saing dan memiliki jiwa entrepreneurship.
Komitmen tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya STIM Lasharan Jaya untuk terus berkembang sebagai perguruan tinggi bidang manajemen yang berbasis riset dan teknologi serta mampu menjawab berbagai tantangan global.










