Ekonomi Melambat, NA Sebut Masih Tumbuh Positif

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah.

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Laju pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan di tahun 2018 mengalami penurunan, yaitu 7,07 persen dari tahun 2017 sebesar 7,21 persen.

Pertumbuhan ekonomi ini melambat, dibandingkan lima tahun terakhir seperti yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel.

Selama lima tahun terakhir , pertumbuhan ekonomi dari 2014 sebesar 7,54 persen, lalu turun menjadi 7,19 persen di 2015. Pertumbuhan sempat meningkat, sebesar 7,42 persen di 2016, dan kemudian kembali turun jadi 7,21 persen di 2017, serta 7,07 persen di 2018.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah menyebutkan walaupun mengalami penurunan, namun ini bertumbuh cukup positif.

Menurutnya, kondisi ekonomi Sulsel yang turun dibandingkan tahum 2017 lalu lebih disebabkan faktor oleh ekonomi global.

Baca Juga:  Nurdin Abdullah Minta Bank Sulselbar Tangkap Peluang Investasi dari Luar

“Inikan lebih disebabkan faktor ekonomi global yang bergejolak. Dampaknya ke kita. Efeknya itu kecil sekali dibandingkan beberapa negara yang pertumbuhan ekonominya hanya satu padahal negara maju,”kata Nurdin Abdullah ditemui usai menghadiri acara, Rapat kordinator (rakor) sergap Gabah/ Beras petani ( SERGAP) sulselbar.Gedung baruga lappo, perum bulog makassar, kamis (7/2).

Nurdin mengungkapkan bahwa Sulsel dan Indonesia tidak terlepas dari ekonomi global yang tengah bergejolak. Meski begitu, dampaknya sangat kecil jika dibandingkan dengan negara lain. Dia mencontohkan sebuah negara maju yang hanya mencatat pertumbuhan ekonomi satu persen.

“Dampaknya ke kita kecil sekali. Nilai tukar juga menentukan, tapi masih pada koridor positif,” ujarnya.

Baca Juga:  Investasi Lambat di Tahun Politik, Begini Langkah Pemprov

Ia menjelaskan, bahwa dengan kondisi yang ada saat ini dimana secara global masih terjadi gejolak, seharusnya tidak mesti diukur berdasarkan tingkat pertumbuhan ekonominya. Ada pencapaian lain yang turut mempengaruhi kesejahteraan masyarakat di antaranya inflasi.

Sepanjang tahun 2018, inflasi di Sulsel terkendali di level 3,13 persen. Nilai itu tak jauh dari sasaran 3,5 persen. Kondisi tersebut dianggap cukup baik karena mempengaruhi daya beli masyarakat.

“Inflasi kita tiga (persen) turun, kan bagus. Untuk apa pertumbuhan bagus tapi inflasi tinggi,” imbuh Nurdin.

(Resti Setiawati)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.