INIPASTI.COM, MAKASSAR- Kopi merupaan salah satu komoditi unggulan ekspor di Indonesia Saat ini Indonesia sedang berada di urutan ketiga sebagai negara pengekspor kopi di dunia setelah Brasil dan Vietnan.
Di Indonesi ada beberapa jenis kopi yang sangat terkenal di dunia, adalah Java, Sumatera (Manadailing) dan Sulawesi (Celebes).
Perkebunan Kopi di Indonesia memiliki sejarah yang panjang dimulai dari masa penjajahan Belanda di tahun 1800-an dan masih berlanjut sampai saat ini. Perkebunan rakyat yang telah mendominasi perkebunan di Indonesia.
Khusus pengembangan kopi di Sulsel sangat didukung oleh kondisi geografis dan iklim, maka Sulsel merupakan salah satu pusat perkebunan kopi yang berkontribusi sebanyak 5 %, dari total produksi kopi di Indonesia.
Sekretaris Perkebunan Provinsi Sulsel, Ir Muhammad Arsyad Patara, mengatakan, produksi kopi Sulsel sebanyak 70 persen merupakan kopi jenis arabika dan 30 persen merupakan kopi robusta.
Dikatakan, kopi arabika Sulsel memiliki kualitas cita rasa dan aroma yang khas dan telah diekspor sedikitnya ke 16 negara.
Permintaan ekspor arabika sangat tinggi dan 50 persen dari hasil produksi di Sulsel diperuntukkan untuk pasar luar negeri.
Menurut data yang diperoleh di Dinas Perkebunan Provinsi Sulsel, bahwa realisasi ekspor kopi Sulsel Januari – Desember 2016 dibanding Januari – Desember 2015. Ekspor kopi tahun 2015 mencapai 4.883, 591 ton, sementara ekspor 2016 turun menjadi 4.600, 181 ton.
Atau nilai ekspor tahun 2015 mencapai 26.847.585,50 (US$), turun tahun 2016 hanya mencapai 23.572.783,01 (US$). Ekpor tertinggi 2015 adalah Amerika Serikat 3.666,200 ton, Jepang 692,760 ton , China 133,200 ton Belgia 112,800 ton, Australia 76,800 ton , Rep. Korea 56,280 ton,, Hongkong 39,600 ton, Jerman 38,737 ton, Swedia 36,000 ton, Singapura 24,000 ton dan beberpa negara lainnya.(nasrullah)










