Erick Thohir : Tekan impor BBM, tugas berat menanti Ahok

Sumber : jawapos.co.id

INIPASTI.COM, Jakarta – PT Pertamina Persero akan memiliki komisaris utama baru secara resmi mulai hari ini, Senin, (25/11/2019).

Penetapan resmi ini, dimulai melalui rapat umum pemegang saham luar biasa atau RUPSLB. Mantan Gubernur DKI Jakarta yang saat ini, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, bakal menempati jabatan itu.

Inline Ad

Beberapa waktu lalu, Selasa, (5/11/2019) Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thoir terus berkomitmen menekan impor BBM yang membuat neraca dagang Indonesia menjadi tekor. Dengan komitmen itu Menteri BUMN tidak asal-asalan memilih beberapa pimpinan BUMN. 20 hari kemudian, Erick Thoir resmi menunjuk dua figur sebagai komisaris utama BUMN. Salah-satunya Ahok terpilih di PT Pertamina Persero.

Baca Juga:  Gelar Perkara Terbuka Kasus Ahok, Yusril: Agar Mudah Dilakukan Pengawasan

Berdasarkan Pasal 31 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (BUMN), tugas seorang komisaris BUMN yakni mengawasi direksi dalam menjalankan kepengurusan persero, serta memberikan nasehat kepada direksi.

Peneliti Alpha Research Database Indonesia Ferdy Hasiman berharap Ahok mesti bergegas berantas mafia hingga ke akar alias dari hulu hingga hilir.

Dikutip kompas.com. Ferdy berharap Ahok dapat berantas mafia BBM setelah resmi terpilih. “Tugas pertama Ahok adalah melakukan operasi pemberantasan mafia migas dari hulu-hilir,” kata Ferdy dalam siaran pers, Minggu (24/11/2019).

Lebih lanjut, Ferdy berpendapat mafia migas merupakan kejahatan terbesar di Indonesia. Disebabkan adanya mafia migas yang memiliki jaringan kuat dan panjang.

Baca Juga:  Penggerak Kotak Kosong 2018, Kini Satukan Tekad Menangkan Appi-Rahman

Dia bilang, mafia berharap RI tetap mengimpor BBM dan elpiji agar mereka mendapat untung sehingga tidak menginginkan produksi minyak Pertamina meningkat di sektor hulu.

Salah-satu kasus korupsi migas adalah kasus Petral. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan kasus besar yang ternyata mendapat perhatian khusus dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Salah satunya ternyata kasus Petral. Kasus Petral terindikasi sebagai sarang praktik mafia migas, anak usaha Pertamina ini dibubarkan pada 2015 lalu.

(Dhirga Erlangga/Penulis)

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.