Fahri Hamzah Kritik Pemerintah Soal Penanganan Korban Pasca Gempa

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah (Foto/instagram).

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah kritik pemerintah soal penanganan korban pasca gempa yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) beberapa waktu lalu.

Melalui cuitan di Twitternya, Fahri menilai pemerintah tidak serius melakukan proses rekonstruksi dan rehabilitasi terhadap korban pasca gempa di Lombok.

“Rekonstruksi dan rehabilitasi NTB jangan ditinggalkan. Dalam rangkaian proses itu, Sabtu kemarin, saya kembali mengunjungi Lombok Utara, bertemu pak Bupati dgn jajaran perangkat daerahnya, juga beberapa kepala desa dan segenap tokoh masyarakat. #NTBangkit,” tulis Fahri Hamzah melalui akun Twitter pribadi @Fahrihamzah, Minggu 7 Oktober 2018.

Ia menceritakan perjalanannya ke Lombok dan melakukan pertemuan dengan Pemda Kabupaten Lombok Utara, banyak kampung yang hancur dan belum menerima bantuan yang dijanjikan oleh pemerintah pusat. Begitu juga yang terjadi di Kabupaten Lombok Timur.

Baca Juga:  Rasyid Kemungkinan Menambal Posisi Pluim

“Kesan yang saya dapatkan dari pertemuan, dialog dan kunjungan tersebut, membenarkan headline media lokal di NTB beberapa kali terkait dengan lambannya pemulihan gempa di Lombok Sumbawa. Komitmen pemerintah pusat dalam penanganan dampak gempa dipertanyakan. #NTBangkit,” katanya.

Lanjut Fahri, dari jumlah rumah rusak kategori berat, sedang dan ringan diketahui sebanyak 204.449 unit dijanjikan oleh Presiden untuk mendapatkan bantuan stimulan, sejak awal agustus. Masyarakat akan menerima bantuan tersebut melalui rekening bank yang mereka miliki.

Namun pada 5 Oktober 2018, di 5 Kabupaten/kota terdapat 63.166 rekening yang sudah terbit, dari jumlah itu, 6.540 rekening diantaranya telah terisi. Jika setiap rekening terisi 50 juta, maka total bantuan stimulan seharusnya diperkirakan sebesar 327 Milyar.

Dengan demikian, dari jumlah rumah rusak yang lebih 200 ribu, 3,2% saja rumah diantaranya yang memiliki kejelasan nasib diisi rekeningnya dengan bantuan stimulan. Itupun nasibnya masih digantung oleh prosedur yang rumit. Belum ada 1 rekening bisa dicairkan.

Baca Juga:  Perseru Serui VS PSM Makassar: Misi Utama Juku Eja Curi Poin Kandang Lawan

“Dalam temuan lapangan, berdasarkan keterangan Pemda, misalnnya di Lombok Utara, dari 1.478 rekening yang sudah terisi, sejauh ini belum ada 1 rekening pun yang terimplementasi. Prosesnya rumit sekali. Sekarang bahkan lahir ketentuan baru yang lebih rumit. #NTBangkit,” ujar Fahri.

” Setelah 2 bulan lebih berlalu, sejak gempa pertama di Sambalia, Lombok Timur, pemulihan bantuan gempa masih belum menemukan kejelasan dari sisi alokasi anggaran, kepastiannya dan regulasi yang menaunginya; tugas dan pekerjaan kita masih sangat banyak. #NTBangkit,” tulis Fahri.

Ia juga mengingatkan pemerintah agar tidak melakukan hal yang kepada korban gempa di Sulawesi Tengah.

(Muh Seilessy)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.