INIPASTI.COM – Kejadian ledakan bom bunuh diri di depan gereja di Makassar tempo hari, Minggu, 28/3/2021, masih riuh diperbincangkan di jagat maya hingga kini. Peristiwa yang menelan korban jiwa pasutri dan puluhan korban luka-luka dari jamaah Gereja Katedral ini menjadi pusat perhatian segenap Anak Bangsa.
Mantan anggota DPR RI, Fahri Hamzah, melalui akun Twitter pribadinya @fahrihamzah, 30/3/2021, sangat menyarankan agar kejadian ini jangan lagi dihubungkan dengan agama karena pelakunya disusupkan pihak lain untuk merusak barisan.
“Teroris jangan lagi dihubungkan dengan agama, mereka adalah jiwa kosong yang diselundupkan ke dalam bangsa kita yg cinta damai dan persaudaraan. Mereka ini bom waktu yang alat picu ledaknya dikendalikan orang lain. Mereka ini penyusup yg bermaksud merusak barisan. Waspadalah!” tulis Fahri.
Fahri menilai, bahwa pelaku ini tergolong berkelainan jiwa, yang kemudian dilekatkan dengan identitas yang mirip agama.
“Dalam teori “jiwa kosong” itu kita akan menemukan jalan untuk memitigasi potensi teroris di depan kita. Dan jiwa kosong biasanya diisi oleh yg frustrasi atau mengidap kelainan jiwa. Tapi dipakaikan “identitas” yang mirip identitas agama. Nah, lebih baik gitu cara kerjanya.” Lanjut cuitan Fahri.
Karena itu, Fahri kemudian mengusulkan untuk hanya menyebut mereka sebagai Teroris. Tanpa istilah-istilah keagamaan.
“Saya usul dihentikan penggunaan kata2; kelompok, jaringan, dll apalagi memakai bahasa Arab; jamaah, amaliyah, asharullah, dll. Plis, sebut mereka TERORIS saja! Lalu identifikasi nama, lacak ke keluarga dan tetangganya supaya kita tidak terjebak menyeret agama dan warga umumnya!” Harap Fahri.
Melanjutkan cuitannya, wakil ketua Partai Gelora ini menilai bahwa pihak yang menginginkan kejadian ini terkait dengan agama adalah mereka yang sesungguhnya menghendaki perpecahan bangsa.
“Sebab mereka yang menginginkan agar terorisme diakui sebagai hasil atau terkait dengan agama Islam di Indonesia sesungguhnya adalah yang ingin mengucapkan selamat tinggal kepada Republik Ini..padahal kalangan Islam merasa rugi atas kegiatan teroris yg dikait2 tak ada henti.” Cuit Fahri
Mengakhiri rangkaian cuitannya, Fahri menyerahkan penilaian kepada netizen untuk menentukan penilaian dari dua pilihan.
“Anda pilih yang mana? Menganggap teroris sebagai residu agama? Atau Teroris tak ada hubungan dengan agama? Pungkas Fahri.










