INIPASTI.COM, MAKASSAR – Ajang Persahabatan PSSI Anniversary Cup 2018, Ferdinand Sinaga kembali memperkuat Tim Nasional Indonesia.
Kondisi minim striker skuat Garuda Indonesia membuat pelatih Timnas Indonesia, Luis Milla Aspas memanggil Ferdinand yang menjadi mesin gol di lini depan.
Sebab, Lerby Eliandry dan Ilija Spasojevic yang diplot bergantian sebagai mesin gol belum sekalipun mencetak gol untuk skuad Garuda.
Ferdinand Alfred Sinaga. Di mana, penyerang berusia 29 tahun ini memang pernah menjadi tumpuan Tim Merah Putih pada gelaran Asian Games 2011 dan AFF Suzuki Cup 2016 lalu.
Ferdinand mengungkapkan bahwa dirinya tak menampik jika memang panggilan tersebut datang kepadanya. Menurutnya, kembali berkostum Timnas merupakan suatu kehormatan bagi pemain kelahiran Bengkulu, 18 September 1988 ini.
“Tidak ada pemain yang tidak mau masuk timnas. Apalagi saat ini, mereka tengah fokus untuk persiapan Asian Games tahun ini. Jika dipanggil saya berangkat, tidak ya tidak apa-apa,” ungkap Ferdinand, Kamis (03/05/2018).
Meskipun demikian, pemilik nomor punggung 6 ini mengaku masih ingin fokus untuk memperkuat PSM.
“Untuk saat ini, saya fokus aja dulu untuk memberikan yang terbaik bagi PSM pada setiap pertandingan,” tambahnya.
Terkait penampilan Timnas, Ferdinand menuturkan bahwa sejauh ini, skema permainan Evan dkk sebenarnya sudah apik. Hanya saja, persoalan keberuntungan yang tidak menghinggapi anak asuh Luis Milla tersebut.
“Mereka bermain kompak. Bisa mengimbangi permainan Timnas Bahrain dan Korea Utara yang memang levelnya di atasi kita. Jangan lihat hasil kalah dan serinya. Tapi lihat perpaduan permainannya,” urainya.
Terkait tumpulnya lini depan tim Merah Putih, The Dragon julukannya mengatakan kondisi tersebut hanya persoalan waktu saja. Sebab, Lerby dan Spaso sebenarnya merupakan penyerang berkualitas bagus. Apalagi dalam duel-duel udara.
Sementara itu, pengamat sepak bola, Abdi Tunggal menjelaskan bahwa kualitas Ferdinand memang masih layak dipakai dalam skuad Timnas. Bahkan, eks penasehat PSM ini menilai bahwa performa striker keturunan Batak ini lebih baik dari Lerby dan Spaso.
“Mulai dari pergerakan, tekniknya itu bagus. Apalagi dia merupakan striker yang pekerja keras dan haus gol. Namun yang menjadi catatan, Ferdinand kerap hilang kontrol jadi emosi. Meskipun sejauh ini, perlahan-perlahan sudah bisa dikendalikannya,” tandasnya.
(Ahadri)










