INIPASTI.COM, MAKASSAR – Tangan Percussion Makassar Etnic Music kembali melaksanakan Percussion Festival II South Sulawesi 2016 yang berlangsung di Gedung Kesenian Makassar, Rabu (07/12/2016).
Direktur Festival, Arifin Manggau mengatakan, alasan revitalisasi budaya, khususnya di bidang musik karena di Sulawesi Selatan (Sulsel) memiliki kecenderungan musik tradisi yang dominan perkusi dan vokal sehingga ini menjadi salah satu ruang mempertahankan seni tradisi.
“Saya salut dengan pemerintah karena masih ada kepedulian terhadap tradisi musik. Pemerintah dalam hal ini, dinas kebudayaan tak hentinya memberikan karya seni yang terus mengharumkan Makassar,” ungkap Arifin.
Arifin berharap seni musik etnik Music Percussion Festival II South Sulawesi 2016 terus berkelanjutan karena ini adalah salah satu momen untuk memfilterisasi seni-seni modern yang datang dari luar.
“Jadi bedanya dengan festival musik yang pertama itu, bisa dilihat pada saat festival musik yang pertama betul-betul tradisi tetapi, yang kedua ini kita sedikit mengarahkan dengan mengembangkan seni tradisi itu tanpa menghilangkan seni tradisi lain,” pungkasnya.
“Disisi lain ini memiliki kuratorial yang merupakan sekaligus pengamat serta mengevaluasi kesenian kita, harapan kita seperti itu untuk pemerintah provinsi,” tandasnya.
Kegiatan ini diikuti oleh beberapa lembaga kesenian yang dari berbagai daerah, diantaranya, A’batang Percussion (Bulukumba), kabersik ensable (Barru), JK Percussion (Makassar), Upicussion (Makassar), Sanggar Seni Patalassang (Takalar), Sanggar Seni Bantara Maru’ (Maros), Sanggar Seni Katangka (gowa).










