INIPASTI.COM, MAKASSAR – Masyarakat Tionghoa di kota Makassar yang berlomba-lomba mencari pohon tebu yang menjadi kebutuhannya sesuai dengan tradisi perayaan Imlek dari tahun ke tahun.
Salah seorang warga Tionghoa di Makassar, Mei (40), saat membeli tebu di jalan sangir mengatakan ada cerita di balik alasan warga Tionghoa memburu tebu saat Imlek. Tanaman tersebut diketahui mengiringi perjuangan warga China pada masa penjajahan Jepang.
“Zaman penjajahan, masyarakat China sembunyi di hutan yang penuh tebu saat Imlek. Karenanya, tebu menjadi simbol kemerdekaan,” ujar Mei saat ditemui Inipasti.com, Jum’at (27/1/2017)
Dari segi makna Mei menyebutkan tebu sebagai pertanda kesuburan dan kesejahteraan.
“Kami mengharapkan seperti tebu pada tahun baru kehidupan bisa menjadi lebih baik dan banyak berkah,” pungkas yang juga ibu rumah tangga ini.
Selain sebagai simbol kemerdekaan, menurut filosofinya tebu merupakan tanaman yang melambangkan umur panjang. Semakin panjang dan banyak ruas yang ada pada tebu, maka semakin banyak hoki yang dibawanya.
Dalam bahasa Mandarin, filosofi tersebut dikenal dengan sebutan ciek-ciek shiang-shiang yang artinya setiap ruas yang ada pada tebu melambangkan tahapan hidup manusia.
Dari segi rasa, tebu adalah salah satu tanaman yang banyak disukai mahluk hidup karena rasanya yang manis. Dari rasa tebu yang manis ini, keberadaan manusia di muka bumi ini hendaknya bisa mendatangkan manfaat bagi sesama mahluk hidup.










