INIPASTI.COM, MAKASSAR – Berjuang bersama merupakan suatu proses yang begitu nikmat jika dijalani dengan ikhlas. Meski kadang hasil dari perjuangan tersebut tidak dinikmati bersama, atau bahkan tidak sesuai dengan yang diharapkan.
Ardiandrayani seorang ibu berusia 48 tahun merasakan proses itu. Perjuangannya bersama suami, Yusniar Djamalhaf dimulai sejak mereka berdua resmi menjadi suami istri. Tepatnya pada tahun 1994, mereka telah mengimpikan untuk naik haji bersama.
Bersujud bersama di depan Ka’bah, berdoa sambil menengadahkan tangan di hadapan baitullah, berziarah bersama ke Makam Rasulullah Muhammad SAW, serta melalui proses Armina dengan bergandengan adalah merupakan impian mereka selama kurang lebih 25 tahun lamanya.
Untuk meraih impiannya tersebut, Maya -sapaan akrab Ardiandrayani- dan suami mulai menyisihkan pundi-pundi rupiah dari penghasilan suami kala itu. Mereka menabung di salah satu bank yang menyediakan layanan tabungan haji.
Sayang beribu sayang, belum sempat mendaftarkan diri ke Kementerian Agama Kota Makassar, Sang Suami telah dipanggil oleh Sang Maha Kuasa. Yusniar Djamalhaf dinyatakan meninggal dunia sesuai dioperasi sinusitis dan tulang hidung bengkok.
Suami Maya tersebut berpulang ke Rahmatullah pada 3 April 2010 silam. Tepat dua bulan sebelum Maya mendaftar haji di Kementerian Agama Kota Makassar.
Untuk mewujudkan impian almarhum suaminya, Maya pun melangkahkan kaki menuju Kementerian Agama Kota Makassar pada bulan Mei 2010. Meski tak didampingi sang suami tercinta, ia tetap meneguhkan hati untuk berangkat haji.
Kini, Donatur Yayasan Daarul Qur’an Wisatahati ini akan meraih mimpinya berpuluh-puluh tahun lalu itu. Dia tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 1 Embarkasi Makassar yang terbang ke tanah suci pada 7 Juli 2019.
Berbagai harapan dan doa untuk almarhum suami telah ia persiapkan untuk dimohonkan kepada Allah SWT langsung di hadapan baitullah. “Semoga saya kelak bisa dipertemukan dengannya di Surganya Allah,” doanya penuh harap.
Bahkan, perempuan kelahiran Ujungpandang 19 April 1971 ini berniat membadalkan haji untuk sang suami tercinta. “Insya Allah tahun depan mau membadalkan haji untuk almarhum suami,” niatnya.
(Sule)










