Gagal Lobi Pimpinan Dewan, 2 Usulan Nurdin Abdullah Ditolak

Pimpinan dewan bersama gubernur Sulsel terpilih, Nurdin Abdullah.
Top Ad

INIPASTI.COM, MAKASSAR, – Gubernur Sulsel terpilih Nurdin Abdullah gagal “lobi” pimpinan dewan untuk meloloskan dua program yang diusulkan yakni sewa helikopter dan pengadaan 5 unit mobil bus mewah seharga Rp 3,5 Miliar per unit.

Pasalnya hasil keputusan rapat pimpinan dewan dengan para ketua fraksi dan Alat Kelengkapan Dewan (AKD), Senin 20 Agustus 2018, menolak dua usulan tersebut.

Padahal sebelumnya Nurdin Abdullah pernah melakukan pertemuan tertutup bersama 5 unsur pimpinan yakni Mohammad Roem (Golkar), Yusran Sofyan (Gerindra), Ni’matullah (Demokrat), Ashabul Kahfi (PAN) dan Syaharuddin Alrif (NasDem) di Rujab ketua DPRD Sulsel di Jalan Sam Ratulangi, Makassar, Kamis 16 Agustus 2018.

Ketua DPRD Sulsel, Mohammad Roem mengatakan pertemuan yang dilakukan pimpinan dewan bersama Nurdin Abdullah beberapa waktu lalu, merupakan silaturahmi setelah mantan Bupati Bantaeng itu terpilih sebagai Gubernur Sulsel.

Baca Juga:  NA Serahkan Jabatan Sekjen APKASI

Namun ia tak menampik jika dalam pertemuan tersebut juga disinggung soal usulan sewa helikopter yang diminta oleh Nurdin Abdullah melalui tim transisi Prof Andalan.

“Pertemuan itu hanya silaturahmi, kalau soal helikopter memang disinggung di situ,” kata Roem saat ditemui di ruang kerjanya di DPRD Sulsel, Senin 20 Agustus 2018.

Roem menjelaskan ditolaknya usulan itu, sebab pada periode mantan gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo tidak pernah menganggarkan secara khusus untuk sewa helikopter. Hanya saja masuk dalam dana cadangan yang disiapkan jika ada bencana maupun agenda mendadak di daerah.

Baca Juga:  Akbar Tanjung Yakin Golkar Tetap Menjadi Pemenang di 2019

“Selama ini memang kan, provinsi tidak pernah mengajukan fasilitas-fasilitas yang mewah, saya tidak tahu untuk apa itu bus mewah,” ungkap Roem.

Tidak hanya itu, Roem juga mengatakan kalau untuk menyambut pejabat negara, tidak perlu semewah itu.

“Untuk apa? Sampai 3 miliyar lebih. Lebih banyak kepentingan yang jauh mendesak, seperti perbaikan jalan provinsi, sekolah-sekolah, itu lebih penting,” ujar Roem.

Untuk diketahui, total anggaran yang akan dikeluarkan untuk pembelian bus sebesar Rp 17,5 Miliar untuk 5 unit. Sementara penyewaan helikopter Rp 2,7 Miliar per 50 jam.

(Muh Seilessy)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.