Gara-gara ini, Kursi PM Inggris Bakal Kosong

Top Ad
LONDON – Keluarnya Inggris Raya dari Uni Eropa, perlahan mulai memberi dampak besar kepada Inggris. Setelah Perdana Menteri David Cameron memutuskan akan mengundurkan diri pada Oktober mendatang, kekosongan di kursi pemimpin puncak negara tersebut menjadi salah satu masalah baru. Pemerintahan Inggris kini kebingungan mencari penggantinya.
Beberapa pejabat negara seperti Menteri Keuangan George Osborne, merasa Inggris tak pantas lepas dari Uni Eropa. Hal itu dipertegas dengan sikapnya keluar dari bursa pencalonan Perdana Menteri menggantikan David Cameron. Kini Pemerintah Inggris harus menghadapi tekanan atas kekosongan posisi perdana menteri.
Cameron sendiri sebelumnya menyarankan Inggris agar tetap berada di UE, namun masyarakat Inggris lebih memilih meninggalkan blok beranggotakan 28 negara itu dengan referendum.
Referendum memang menjadi salah satu janji Cameron saat kampanye perebutan kursi PM Inggris untuk periode keduanya, satu tahun lalu. Dia mengatakan bahwa dirinya telah memenuhi janji untuk mengadakan referendum apakah Inggris harus tetap bersama atau keluar dari Uni Eropa. Cameron sebelumnya sudah menjanjikan referendum ini pada 2015 lalu akibat berbagai tekanan dan dinamika politik serta ekonomi di Eropa.
“Saya sangat bangga dan merasa terhormat telah menjadi perdana menteri untuk negara ini selama 6 tahun,” kata Cameron dalam pernyataan persnya pasca referendum, 24 Juni lalu.
Tak lupa Cameron membeberkan pencapaiannya yang lain selama menjabat PM Inggris, yaitu menurunnya tingkat pengangguran, reformasi pendidikan, pengesahan pernikahan sesama jenis, dan penguatan ekonomi.
Baca Juga:  Katy Perry Tunjukkan Totalitas Dukung Hillary Clinton

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.