Gebyar Cinta Rupiah, BI Sediakan Penukaran Uang Lusuh

Top Ad

INIPASTI.COM,MAKASSAR – Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulsel menyiapkan Rp2,1 miliar untuk penukaran uang lusuh, rusak dan tidak layak edar. Gelaran tersebut dalam bentuk event Gebyar Cinta Rupiah yang dilaksanakan di Lapangan Pemuda, Minggu, (06/102019).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulsel, Bambang Kusmiasro mengatakan BI tidak mempunyai target dalam penukaran uang tersebut. Pihaknya hanya menyediakan sebanyak Rp2,1 miliar dalam bentuk uang tunai.

“Sebenarnya berapa pun akan kita layani, kita tidak ada target. Kalau kurang, kita harus langsung penuhi. Untuk kesempatan hari ini telah disediakan oleh teman-teman perbankkan sebanyak 2,1 miliar dalam bentuk uang tunai,” ungkapnya.

Bambang, mengaku Gebyar Cinta Rupiah ini serentak dilaksanakan di 4 daerah yakni Bulukumba, Palopo, Bone, dan Parepare. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga dan meningkatkan uang rupiah yang disebut clean many policy.

Di sela-sela kegiatan tersebut, Bambang pun menyempatkan mengedukasi masyarakat untuk menjaga uang rupiah. Edukasinya dalam bentuk jargon, seperti uang kertas jangan dicoret, jangan distaples, jangan diremas, jangan dibasahi dan jangan dilipat.

Baca Juga:  PLUT Sulsel Ramaikan PES 2018 Bank Indonesia Sulsel

“Jadi uang yang sudah kurang layak edar digantikan dengan layak edar. salah satu caranya yaitu dengan mekanisme yang kita lakukan yakni rekan perbankkan menyetor dananya ke Bank Indonesia dalam bentuk uang tidak layak edar kemudian kita ganti dengan bentuk uang layak edar,” tuturnya.

Mengetahui kegiatan ini, masyarakat sangat antusias dalam menukarkan rupiah yang telah lusuh, sobek, serta terbakar. Waode Astuti (47), salah satu warga yang hadir mengaku sengaja mengumpulkan uang yang telah lama disimpannya.

“Ada uang 1000, 5000, 10.000. Ada yang dikumpul, ada yang sudah di dompet, kan sayang, dari pada saya kasih orang atau saya simpan, kebetulan ada momennya ini, jadi saya tukar,” ucap Waode

Baca Juga:  PT MNC Target Pasarkan Rp 250 M Sukuk Ritel

Menurutnya, kegiatan ini sangatlah membantu. Terlebih dengan edukasi terkait perawatan dan penukaran uang, sebab selama ini masyarakat masih ragu untuk menukarkan uangnya.

Bupati Bulukumba, AM Sukri A Sappewali mengimbau agar masyarakat bisa menukarkan uang lusuh di seluruh bank yang ada Kabupaten Bulukumba.

“Jadi saya katakan, bank wajib menukarkan uang yang lusuh jika ada masyarakat yang menukar, sehingga uang yang beredar di Bulukumba adalah uang segar,” ungkapnya

Ia mengaku telah lama melakukan sosialisasi, namun sejauh ini tingkat penukarannya masih rendah. Pasalnya, masyarakat masih takut dan kurang pengetahuan bahwa uang yang rusak bisa ditukar.

“Sudah ada secara langsung yang turun ke masyarakat, setiap turun dia membawa uang baru untuk ditukarkan, nah ini ke depan kita mau galakkan itu. Nah setiap dia mau layani dana desa dia harus membawa uang baru dan mensosialisasikan ke masyarakat yang uangnya kotor sini kami ganti,” bebernya.

Baca Juga:  Provinsi Sulsel Terkontrol Inflasinya

(Resti Setiawati)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.