Friday, October 9, 2026
  • Login
Inipasti
  • Home
  • News
    • All
    • Bencana Alam
    • Berita
    • Citizen Reporter
    • Fenomena
    • Kebakaran
    • Politics
    • Science
    • World

    Dua Mantan Dekan FE Unismuh Kenang Mahmud Nuhung, Sosok Dermawan yang Tak Pernah Lelah Membantu

    Ketua PGRI Makassar: Mahmud Nuhung Mengabdi untuk Pendidikan dan Mencerdaskan Bangsa

    10 Alasan Asics Gel Nimbus 27 Jadi Sepatu Cushioning Paling Nyaman Tahun Ini

    Polisi Tertibkan Lahan BMKG di Tangsel yang Dikuasai Ormas, 17 Orang Ditangkap

    Polisi Tertibkan Lahan BMKG di Tangsel yang Dikuasai Ormas, 17 Orang Ditangkap

    Tiga Mahasiswa Prodi Kesos Sabet Gelar Terbaik pada Ramah Tamah FDK UIN Alauddin Makassar

    Tiga Mahasiswa Prodi Kesos Sabet Gelar Terbaik pada Ramah Tamah FDK UIN Alauddin Makassar

    RS Indonesia di Gaza Ditutup Akibat Serangan Intensif Israel, Puluhan Pasien Terjebak

    RS Indonesia di Gaza Ditutup Akibat Serangan Intensif Israel, Puluhan Pasien Terjebak

    LLI Sulawesi Selatan Aktif Berpartisipasi di Kegiatan Senam dan Pemeriksaan Kesehatan Lansia

    LLI Sulawesi Selatan Aktif Berpartisipasi di Kegiatan Senam dan Pemeriksaan Kesehatan Lansia

    Delapan Rumah Terbakar di Jl. Andi Tonro 6, 62 Jiwa Terdampak

    Delapan Rumah Terbakar di Jl. Andi Tonro 6, 62 Jiwa Terdampak

    PPP Buka Peluang Ubah Syarat Caketum Jelang Muktamar 2025, Nama Eksternal Menguat

    PPP Buka Peluang Ubah Syarat Caketum Jelang Muktamar 2025, Nama Eksternal Menguat

    Kontroversi Pengamanan Kejaksaan oleh TNI: Antara Supremasi Sipil dan Sinergi Antar-Lembaga

    Kontroversi Pengamanan Kejaksaan oleh TNI: Antara Supremasi Sipil dan Sinergi Antar-Lembaga

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum & Kriminal
  • Sains & Teknologi
  • Gaya Hidup
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • All
    • Bencana Alam
    • Berita
    • Citizen Reporter
    • Fenomena
    • Kebakaran
    • Politics
    • Science
    • World

    Dua Mantan Dekan FE Unismuh Kenang Mahmud Nuhung, Sosok Dermawan yang Tak Pernah Lelah Membantu

    Ketua PGRI Makassar: Mahmud Nuhung Mengabdi untuk Pendidikan dan Mencerdaskan Bangsa

    10 Alasan Asics Gel Nimbus 27 Jadi Sepatu Cushioning Paling Nyaman Tahun Ini

    Polisi Tertibkan Lahan BMKG di Tangsel yang Dikuasai Ormas, 17 Orang Ditangkap

    Polisi Tertibkan Lahan BMKG di Tangsel yang Dikuasai Ormas, 17 Orang Ditangkap

    Tiga Mahasiswa Prodi Kesos Sabet Gelar Terbaik pada Ramah Tamah FDK UIN Alauddin Makassar

    Tiga Mahasiswa Prodi Kesos Sabet Gelar Terbaik pada Ramah Tamah FDK UIN Alauddin Makassar

    RS Indonesia di Gaza Ditutup Akibat Serangan Intensif Israel, Puluhan Pasien Terjebak

    RS Indonesia di Gaza Ditutup Akibat Serangan Intensif Israel, Puluhan Pasien Terjebak

    LLI Sulawesi Selatan Aktif Berpartisipasi di Kegiatan Senam dan Pemeriksaan Kesehatan Lansia

    LLI Sulawesi Selatan Aktif Berpartisipasi di Kegiatan Senam dan Pemeriksaan Kesehatan Lansia

    Delapan Rumah Terbakar di Jl. Andi Tonro 6, 62 Jiwa Terdampak

    Delapan Rumah Terbakar di Jl. Andi Tonro 6, 62 Jiwa Terdampak

    PPP Buka Peluang Ubah Syarat Caketum Jelang Muktamar 2025, Nama Eksternal Menguat

    PPP Buka Peluang Ubah Syarat Caketum Jelang Muktamar 2025, Nama Eksternal Menguat

    Kontroversi Pengamanan Kejaksaan oleh TNI: Antara Supremasi Sipil dan Sinergi Antar-Lembaga

    Kontroversi Pengamanan Kejaksaan oleh TNI: Antara Supremasi Sipil dan Sinergi Antar-Lembaga

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum & Kriminal
  • Sains & Teknologi
  • Gaya Hidup
No Result
View All Result
Inipasti
No Result
View All Result
Home Analisis

Gedung Putih Dibangun oleh Budak Kulit Hitam

August 1, 2016
in Analisis
Gedung Putih Dibangun oleh Budak Kulit Hitam

Post Views: 6

Hanya saja, komentar O’Reilly itu boleh jadi tidak akan mengherankan bagi mereka yang akrab dengan sejarah yang dibahas itu.

Seperti halnya Edward L Ayers, Presiden Emeritus Universitas Richmond, yang menjelaskan kepada majalah TIME, yang dilansir oleh BBC, bahwa pemikiran tentang orang-orang yang menjadi budak di Amerika diberi makan yang cukup dan dirawat dengan baik merupakan satu di antara bentuk rasionalisai yang paling tua terhadap sejarah perbudakan di negara itu.

Untuk memahami bagaimana hal itu terjadi, kata Ayers, silakan menoleh ke dekade 1830-an, “suatu periode yang sangat penting dalam sejarah perbudakan Amerika.” Pada masa itu, mulai tampak ada kemungkinan bahwa perbudakan mungkin tengah menuju ke arah penghapusan: Pemberontakan Nat Turner pada 1831 membuat takut para pemilik budak, Virginia mempertimbangkan untuk memerdekakan budak di negara bagian itu, dan para penganut abolisionisme radikal, yang menuntut penghapusan perbudakan pada saat itu juga, mulai lebih banyak menarik perhatian dari seluruh pelosok negeri. Akan tetapi, pada saat yang sama, nilai ekenomis para budak mulai berubah: seiring dengan kian meluasnya penggunaan mesin pemisah biji kapas, tanaman yang biasanya dikaitkan dengan perbudakan, maka nilai budak pun menjadi berlipat ganda bagi para pemilik perkebunan, yang berarti bahwa para budak yang tidak bekerja pun menjadi berlipat pula nilainya. Mereka yang memperoleh keuntungan dari sistem tersebut memiliki semua alasan bagi diteruskannya perbudakan, dan memiliki alasan untuk mengkawatirkan bahwa hal itu mungkin tidak akan terlaksana.

Dengan demikian mereka yang ingin mempertahankan perbudakan harus memikirkan cara untuk mempertahankannya sebagai suatu kebaikan, terutama untuk menghadapi mereka yang menentang perbudakan berdasarkan argumentasi moral, bukan argumentasi ekonomi. Salah satu alasan yang digunakan adalah alasan keagamaan, yakni bahwa mereka yang diperbudak telah diperkenalkan kepada agama Kristen. Alasan utama lainnya adalah bahwa budak-budak di Amerika lebih sejahtera, dalam hal kondisi kehidupan mereka, dibandingkan jika mereka tetap berada di Afrika atau negara-negara yang menganut perbudakan lainnya. Pikiran seperti itu kemudian disederhanakan oleh orang seperti Thomas R. Dew, yang menulis pada 1832 bahwa “Makhluk yang lebih ceria dari budak negro di Amerika Serikat tidak dapat di temukan tempat lain di bumi ini” dan bahwa “budak dari tuan yang baik” itu “sudah terbiasa memandang tuannya sebagai penyokong, penuntun dan pembela mereka.” (Bahkan pada masa itu, argumen Dew mendapatkan kecaman pedas.)

Bagikan:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on Telegram (Opens in new window) Telegram
  • More
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Share on Tumblr (Opens in new window) Tumblr
  • Share on Pinterest (Opens in new window) Pinterest
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Share on Reddit (Opens in new window) Reddit
  • Print (Opens in new window) Print

Like this:

Like Loading…

Related

Page 2 of 3
Prev123Next
Tags: budakKulit hitamwhite house
Inipasti

© 2026 inipasti.com - Hanya yang pasti-pasti aja inipasti.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
  • Kode Etik

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

© 2026 inipasti.com - Hanya yang pasti-pasti aja inipasti.

%d