INIPASTI.COM, MAKASSAR – Dorongan kepada figur akademisi untuk ikut bertarung di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang akan digelar tahun 2018 mendatang semakin kuat.
Dukungan kali ini datang dari akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar Dr Irwan Misbach. Irwan mengatakan, Pilkada adalah jalan bagi akademisi untuk mengabdi dan aktualiasi diri kepada masyarakat.
“Hierarki kebutuhan dasar manusia yang paling tinggi adalah aktualisasi diri. Ini melekat pada setiap orang, termasuk akademisi,” ujar Irwan di Makassar, Minggu (13/11/2016).
Menurutnya aktualisasi diri inilah, yang tidak bisa dibandingkan dengan materi. Adalah hal yang wajar jika seorang akademisi mencoba mengaktualisasikan dirinya dengan ikut bertarung dalam Pilkada.
“Akademisi yang ikut bertarung bisa jadi sudah terpenuhi kebutuhan lainnya sehingga meningkat ke hierarki berikutnya,” ungkapnya.
Alumni S3 Manajemen Universitas Brawijaya ini mengatakan akademisi bertarung di Pilkada adalah salah satu bentuk pengabdian yang selama ini menjadi bagian dari tri darma perguruan tinggi.
“Pengabdian di bidang pendidikan mungkin telah cukup, atau bahkan selesai. Sehingga pengabdian masyarakat berikutnya ada di bidang lain, salah satunya menjadi kepala daerah,” demikian Irwan, Dosen Manajemen Dakwah, yang dikutip berdasarkan rilis.
Pilkada, baik pemilihan gubernur maupun pemilihan bupati/wali kota, yang digelar serentak 2018 mendatang di Sulsel masih terbilang lama. Namun, beberapa figur mulai melakukan manuver politik.
Jika selama ini figur politisi, pengusaha, dan birokrat selalu mendominasi, belakangan ini, figur tokoh pendidikan atau akademisi juga mulai diperhitungkan ikut berpartisipasi pada pesta demokrasi lima tahunan tersebut.
Diantaranya, Prof Nurdin Abdullah, Bupati Bantaeng yang juga Guru Besar Universitas Hasanuddin, mulai melakukan perkenalan untuk ikut bertarung pada Pilgub Sulsel.
Sementara untuk Kota Makassar, nama HA Mustaman, ketua Yayasan Bakti Bumi Persada yang membina STIE Wira Bhakti Makassar serta Endre Cecep Lantara, ketua Yayasan Pendidikan Makassar, juga disebut akan bertarung memperebutkan kursi yang saat ini diduduki Danny Pomanto.
(Sumber Rilis)










