INIPASTI.COM,JAKARTA -Satu keluarga di Pulo Gadung, Jakarta Timur, tewas diduga akibat menghirup karbon monoksida dari asap genset.
Satu keluarga yang tewas terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak yang masih balita.
“Diduga keracunan genset dari kesimpulan sementara,” ujar Kapolres Jaktim, Kombes Arie Ardian Rishadi ketika dikonfirmasi, Jumat (3/1/2020) pagi.
Genset atau generator, mengandung karbon monoksida. Karbon monoksida adalah gas yang tidak berwarna, tidak berbau dan tidak berasa yang beracun.
Ini sangat berbahaya karena ketika dihirup, ia memasuki aliran darah dan berikatan dengan hemoglobin.
Terkena karbon monoksida dalam kadar rendah, bisa membuat Anda merasa sangat tidak nyaman. Terkena gas tingkat tinggi bisa berakibat fatal bahkan kematian.
Agar tak menyebabkan kematian, berikut pertolongan pertama keracunan asap gas genset dikutip dari berbagai sumber.
Segera hentikan penggunaan genset dan matikan, buka pintu dan jendela agar udara segar dapat masuk, segera evakuasi korban dan jangan kembali ke rumah sebelum dinyatakan aman, jika korban dalam keadaan tidak sadar, periksa ada atau tidaknya cedera sebelum bergerak, panggil tim medis segera dan lakukan CPR jika diperlukan.
Korban empat anggota keluarga itu ditemukan tewas di rumah kontrakannya.
Korban terdiri dari ayah berinisial M, berusia 35 tahun.
Seorang ibu berinisial AMO, berusia 31 tahun.
Seorang anak perempuan berinisial SAP, yang berusia sembilan tahun dan anak laki-laki berinisial MK, usia empat tahun.
Jenazah satu keluarga tersebut ditemukan oleh kerabat korban yang hendak mengantarkan makanan.
Kerabat korban memutuskan melapor ke pihak kepolisian, lantaran tak kunjung mendapat jawaban saat mengetuk pintu kontrakan.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Hery Purnomo menerangkan kejadian tersebut ke rekan media.
Berdasar keterangan yang disampaikan AKBP Hery Purnomo, diketahui posisi kediaman korban tidak memiliki ventilasi.
“Kemudian karena posisi rumah ini tidak ada ventilasinya, untuk beristirahat dalam kondisi panas keluarga tersebut lalu menggunakan genset, yang ternyata pada saat digunakan itu di dalam kamar,” kata Hery Purnomo
Jadi tidak ada ventilasi untuk keluar, udara keluar masuk. Akhirnya mereka ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia,” tambahnya.
Diketahui, akibat banjir yang mengepung wilayah Provinsi DKI Jakarta Perusahaan Listrik Negara (PLN) memutuskan untuk memadamkan sejumlah wilayah yang kebanjiran.
Diketahui, dari penelusuran melalui laman PLN, beberapa gardu PLN telah dinyalakan.
Namun, karena tingginya genangan air di beberapa wilayah Jakarta, PLN terpaksa masih melakukan pemadaman.
Wilayah yang masih terdampak pemadaman PLN yakni Bandengan
Bulungan, Cempaka Putih,Cengkareng dan Lenteng Agung.
Himbauan kepada masyarakat apabila wilayahnya mulai tergenang air diharapkan untuk matikan listrik dari Meter Circuit Breaker (MCB), Cabut seluruh peralatan listrik yang masih tersambung dengan stop kontak.
Naikkan alat elektronik ke tempat yang lebih aman, Apabila aliran listrik di sekitar rumah belum padam, segera hubungi contact center 123, aplikasi PLN Mobile atau Kantor PLN terdekat meminta untuk dipadamkan (syakhruddin)










