INIPASTI.COM, PAREPARE – Apa yang muncul di pikiran kita begitu mendengar kata gotong royong? Bagi remaja yang tumbuh di kota besar, kata gotong royong hanya muncul di buku-buku pelajaran mereka. Wali Kota Parepare melihat ketakutan negara yang lambat laun bisa kehilangan budaya nenek moyang itu. Ia mencoba menumbuhkannya kembali di Bulan Bakti.
Seakan pudar bersama dengan berlalunya waktu, semangat gotong royong ini coba dibangkitkan oleh Wali Kota Parepare Dr H M Taufan Pawe dalam Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat Ke XIII, di Kecamatan Ujung, Parepare, Selasa (18/10).
“Harus diakui, jika dulu semangat gotong royong begitu kental dan menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Namun dewasa ini, nilai-nilai gotong royong sudah terlihat mulai memudar. Olehnya itu melalui acara ini, kita kembali menumbuhkan semangat gotong royong,” harap Taufan.
Taufan menambahkan, semangat gotong royong mencerminkan rasa persatuan, kesatuan, dan kesetiakawanan sosial. Ia juga menganggap, sangat perlu untuk menumbuhkan sifat kegotongroyongan di tengah-tengah masyarakat. Hal itu pun sesuai dengan program Nawacita Presiden RI dengan mengedepankan revolusi mental dalam membangun negara.
Orang nomor satu di Parepare ini melihat, gotong royong sebagai sifat kebersamaan untuk menyelesaikan permasalahan bersama. Olehnya itu, Taufan kembali mengajak masyarakat untuk memaknai ini sebagai bentuk kegotongroyongan dalam membangun kota dengan arti yang seluas-luasnya.
“Mari kita maknai bulan bakti ini sebagai bentuk kegotongroyongan dalam membangun kota, bukan hanya peran Wali Kota, tapi peran kita semua,” ajaknya.
Pada pencanangan Bulan Bakti 2016 ini, juga dilaksanakan penyerahan bantuan kepada anak sekolah yang tidak mampu. Bantuan itu berupa paket baju seragam kepada 529 siswa-siswi. Ada juga pemberian reward kepada tiga lurah berprestasi karena dianggap dekat dengan warganya.(*)
Baca juga : Parepare, Kota Yang Ramah Bagi Reptil
//










